Ini Stres yang Picu Kaum Urban Rentan Terkena Penyakit Jantung

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Ini Stres yang Picu Kaum Urban Rentan Terkena Penyakit Jantung
Ilustrasi stres. (Shutterstock)

Meningkatnya penderita penyakit jantung dapat disebabkan akibat gaya hidup, terutama kaum urban di kota metropolitan.

Suara.com - Data World Heart Federation (WHF) menyebutkan bahwa penyakit jantung sebagai pembunuh nomor satu di dunia dengan membunuh lebih dari 17 juta jiwa setiap tahunnya, yang diperkirakan akan meningkat menjadi 23,3 juta jiwa pada 2030. Hal tersebut sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa 31 persen dari seluruh kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Dr. Sonia Wibisono, dokter yang juga dikenal sebagai sosialita dan influencer, mengatakan bahwa meningkatnya penderita penyakit jantung dapat disebabkan akibat gaya hidup, terutama kaum urban di kota metropolitan.

"Tidak dapat dipungkiri kehidupan masyarakat metropolitan sangat rawan terkena penyakit jantung. Selain kurang berolahraga, faktor yang sangat berperan adalah stres serta pola makan," kata dokter Sonia saat ditemui Suara.com di RS MMC Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta bisa stres akibat kemacetan yang dipastikan menjadi masalah yang harus dihadapi setiap hari. Meski tampak sepele, tetapi ini rentan bagi kaum urban yang sehari-hari harus menghadapi macet.

"Sementara dari segi pilihan makanan, warga metropolitan dihadapkan dengan pola makan serba instan yang tidak sehat. Seperti junk food dan minuman bersoda," tambahnya.

Peningkatan penderita yang disebabkan oleh gaya hidup ini sebenarnya bisa dicegah. Tentunya dengan menjaga kualitas hidup, menjaga kesehatan, dan yang paling penting adalah kesadaran terhadap kesehatan yang harus dimiliki setiap individu.

"Penyakit jantung merupakan penyakit degeneratif yang sebenarnya bisa dicegah. Masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dan olahraga, serta olahraga cukup, hindari stres, dan lain-lain. Pola makan juga sangat memberi kontribusi. Dengan pola makan yang sehat, mengurangi bahkan menghindari makanan-makanan yang tinggi lemak, akan sangat membantu pencegahan penyakit jantung koroner," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS