Fakta Dibalik Senyuman Pertama Bayi Terhadap Ibu

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Rabu, 16 Oktober 2019 | 12:30 WIB
Fakta Dibalik Senyuman Pertama Bayi Terhadap Ibu
Ilustrasi bayi dan ibu. (Shutterstock)

Suara.com - Fakta Dibalik Senyuman Pertama Bayi Terhadap Ibu 

Melihat bayi tersenyum untuk pertama kalinya adalah momen berharga bagi setiap orang tua. Dan, tahukah Anda jika sebuah studi dari University of California, San Diego, mengungkap, senyum bayi memang ditujukan pada ibu mereka!

Alasannya adalah, mereka memberikan ekspresi yang sama seperti apa yang mereka lihat. Ya, ini adalah salah satu jenis komunikasi yang mereka miliki, selain menangis. Mereka senang melihat ibu mereka tersenyum.

Terkait hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai senyum pertama bayi, yang dilansir dari Bright Side.

1. Perilaku yang dievaluasi

Sebanyak 13 bayi antara 4 dan 17 minggu berpartisipasi dalam penelitian bersama dengan ibu mereka. Empat perilaku berdasarkan tujuan dianalisis. Para ilmuwan ingin melihat apa yang dihasilkan ketika ibu dan bayi secara bersamaan tersenyum dan ketika keduanya tidak tersenyum.

Mereka juga memeriksa apa yang terjadi ketika hanya ibu yang tersenyum, dan ketika hanya bayi yang tersenyum. Untuk mengukur efek dari perilaku ini, para ilmuwan menggunakan teknik yang digunakan dalam robotika, psikologi, dan ilmu komputer.

2. Senyum yang disengaja

Bayi menunjukkan perilaku tertentu ketika ibu mereka tersenyum. Artinya, tidak setiap perilaku yang dilakukan oleh ibu diikuti oleh respons. Bayi-bayi itu hanya balas tersenyum kepada para ibu ketika mereka tersenyum khusus pada mereka, dan itulah yang diharapkan para ilmuwan.

3. Waktu respons sangat mendasar

Ketika ibu sudah tersenyum dan kemudian berbalik untuk melihat bayi mereka, yang terjadi adalah sebaliknya: Mereka tidak membalasnya. Bayi-bayi ini memperhitungkan waktu dan keadaan senyuman, sama seperti pelawak melakukannya sehingga lelucon mereka memiliki efek yang lebih signifikan pada penonton. Artinya, mereka harus spontan dan secara eksklusif diarahkan pada mereka.

4. Nilai waktu bermain

Para peneliti yang melakukan percobaan mengkonfirmasi bahwa permainan diperlukan agar bayi tersenyum. Studi menunjukkan bahwa mereka belajar dengan cara meniru. Persepsi mereka sangat tajam pada usia dini, dan segala sesuatu yang dilakukan bersama mereka membangkitkan respons neurologis. Jadi, jika mereka melihat bahwa ibu mereka senang saat melihat mereka, mereka akan menirunya.

5. Pembelajaran konstan

Otak bayi mengembangkan pola aktivasi khusus ketika orang dewasa melakukan tugas tertentu menggunakan bagian tubuh mereka. Misalnya, jika ibu mereja menggunakan tangan untuk mengambil mainan, bayi akan melakukannya juga. Itulah sebabnya ketika mereka melihat ibu mereka tersenyum pada mereka, mereka juga akan melakukan hal yang sama.

Wah makin gemas tahu fakta senyum pertama bayi terhadap ibu, bikin tambah melting para ibu nih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri Denny Cagur Baru Saja Jalani Kuret, Bagaimana Pemulihannya?

Istri Denny Cagur Baru Saja Jalani Kuret, Bagaimana Pemulihannya?

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 19:15 WIB

Jangan Diabaikan, Kesehatan Mental Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Otak Bayi!

Jangan Diabaikan, Kesehatan Mental Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Otak Bayi!

Health | Kamis, 10 Oktober 2019 | 15:15 WIB

Pentingnya Snack dalam MPASI, Ini Pilihan yang Dianjurkan Dokter Anak

Pentingnya Snack dalam MPASI, Ini Pilihan yang Dianjurkan Dokter Anak

Health | Kamis, 10 Oktober 2019 | 09:10 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB