5 Penyakit Seksual yang Menular Tanpa Hubungan Intim, Apa Saja?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
5 Penyakit Seksual yang Menular Tanpa Hubungan Intim, Apa Saja?
Ilustrasi mengalami infeksi menular seksual (Shutterstock)

Ada beberapa infeksi yang dapat diperoleh tanpa adanya penetrasi jenis apapun, apa saja?

Suara.com - Infeksi menular seksual (IMS) umumnya penyakit yang disebabkan setelah orang berhubungan intim yang melibatkan penetrasi, baik anal maupun vaginal.

Namun, ada beberapa infeksi yang dapat dialami tanpa adanya penetrasi jenis apapun.

Melansir Times of India, berikut beberapa di antaranya:

1. Kutu kemaluan (Pthirus pubis)

Infeksi ini dapat menular hanya dengan kontak kulit ke alat kelamin.

Untungnya, ini bukanlah penyakit serius dan dapat diobati dengan mudah menggunakan salep yang mengandung satu persen permethrin, tulis CDC.

2. Moluskum kontagiosum

Menurut CDC, ini adalah penyakit kulit ringan yang ditandai dengan lesi (yang mungkin terjadi di seluruh tubuh).

Sama halnya dengan kutu kemaluan, penyakit ini dapat menular hanya dengan kontak dari kulit ke kulit. Cara menyembuhkannya adalah terapi oral.

3. Herpes

Herpes adalah kondisi ketika lepuhan di aera genital pecah dan masih tetap menyakitkan. Penyakit ini disebabkan oleh dua jenis virus, herpes simplex tipe 1 dan herpes simplex tipe 2.

Penyebarannya dapat melalui kulit ke kulit maupun kontak oral ke genital.

Penyakit kelamin tak hanya menular lewat hubungan seks. (Shutterstock)
Penyakit kelamin tak hanya menular lewat hubungan seks. (Shutterstock)

4. Chlamydia

Penyakit ini dapat diderita oleh pria dan wanita, namun dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan permanen pada sistem reproduksi wanita. Bahkan bisa membuat wanita sulit hamil.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak genital ke oral.

5. Gonore

Gonore menyebabkan infeksi pada alat kelamin, tenggorokan, dan dubur. Seseorang dapat memiliki penyakit ini melalui kontak genital dan oral.

Umumnya, penyembuhan gonore adalah dengan antibiotik. Namun bakteri yang menyebabkannya sudah makin resistan.

Sehingga CDC merekomendasikan untuk melakukan terapi ganda untuk menyembuhkan penyakit ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS