Mengenal Autoimun, Apakah Penyakit ini Pengaruhi Kehamilan?

Dany Garjito | Shevinna Putti Anggraeni
Mengenal Autoimun, Apakah Penyakit ini Pengaruhi Kehamilan?
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Setelah banyak artis wanita menderita autoimun, Anda perlu tahu risikonya pada ibu hamil.

Suara.com - Sudah banyak artis Indonesia yang dikabarkan menderita penyakit autoimun, mulai dari Ashanty, Raditya Dika, Ega Olivia hingga Indadari Mindrayanti. 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang merupakan jaringan kompleks sel dan organ khusus yang melindungi tubuh dari kuman.

Melansir dari womenshealth.gov, tujuan dari sistem kekebalan untuk membedakan antara sel baik dan jahat. Jika ada kecacatan, makan tubuh tidak bisa membedakan antara sel baik dan jahat.

Akhirnya, tubuh akan membuat autoantibodi yang menyerang sel baik secara tidak sengaja. Pada saat yang sama, sel-sel khusus gagal melakukan tugasnya dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Secara umum, penyakit autoimun menyerang lebih dari 23,5 juta orang Amerika. Penyakit ini juga lebih umum menyerang wanita daripada pria.

Ashanty
Ashanty

Bahkan penyakit autoimun juga termasuk penyebab utama kematian dan kecacatan. Tetapi, apakah penyakit autoimun juga memengaruhi kehamilan?

Pada dasarnya wanita dengan penyakit autoimun masih bisa memiliki anak dengan aman. Tetapi, mereka memiliki beberapa risiko untuk dirinya sendiri maupun bayi dalam kandungan.

Risiko tersebut tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Misalnya, wanita hamil dengan lupus memiliki risiko lebih tinggi untuk kelahiran prematur dan lahir mati.

Wanita hamil dengan myasthenia gravis (MG) mungkin memiliki gejala yang menyebabkan kesulitan bernapas selama kehamilan. Ada pula beberapa wanita merasa gejalanya membaik selama kehamilan dan ada pula yang gejalanya justru semakin parah.

Selain itu, beberapa obat untuk mengobati penyakit autoimun juga tidak aman dikonsumsi selama kehamilan.

Jika Anda ingin memiliki bayi, bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda mulai mencoba hamil. Dokter mungkin menyarankan Anda menunggu penyakit Anda membaik.

Anda juga mungkin perlu menemui dokter yang ahli menangani wanita dengan kehamilan berisiko tinggi. Beberapa wanita dengan penyakit autoimun mungkin memiliki masalah hamil.

Hal itu bisa terjadi karena berbagai alasan. Tes dapat mengetahui apakah masalah kesuburan disebabkan oleh penyakit autoimun atau lainnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS