Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting

Ade Indra Kusuma, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:05 WIB
Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting
Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting.

Kabar yang cukup menggembirakan datang dari Kementerian Kesehatan, yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 3 persen dalam satu tahun dari 2018 hingga 2019.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan bahwa hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSBGI) penurunan terjadi dari 30,8 persen di 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67 persen di 2019.

Menteri Nila [Suara.com/Dini]
Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting [Suara.com/Dini]

"Jadi menurun sekitar 3 persen, tentu ini menggembirakan," ungkap Menkes Nila di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019)

Penurunan angka ini didapat setelah dilaksanakannya Susenas pada Maret 2019 dengan melibatkan 320.000 keluarga. Keluarga dengan balita ini didatangi untuk melihat status gizi balita. Balita lalu ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badannya.

Sayangnya angka ini masih di bawah harapan, dengan standarisasi organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization), angka stunting tidak boleh di atas 20 persen. Meski angka ini sudah lebih baik, dibanding pada 2013 lalu dimana Indonesia sebanding dengan Ethiopia yakni sebesar 37,2 persen.

"Berdasarkan data Riskesdas 2013, angka stunting kita masih mencapai 37,2 persen. Saat itu kita dapat sorotan di dunia dan disamakan dengan Ethiopia," kata Menkes Nila .

Klaim adanya penurunan ini bisa dilakukan menggunakan lima faktor  penanggulangan stunting, yakni komitmen pimpinan pusat hingga daerah, kampanye nasional perubahan perilaku, kerjasama lintas sektor, ketahanan pangan dan gizi, dan pemantauan evalusi.

Adapun target penurunan stunting di 2024 bisa mencapai 19 persen, yang artinya menkes selanjutnya punya tantangan berat yakni menurunkan angka stunting sebesar 3 persen setiap tahunnya.
 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Perpisahan, Menkes Nila Minta Hadiah Sepeda ke Jokowi

Jelang Perpisahan, Menkes Nila Minta Hadiah Sepeda ke Jokowi

Lifestyle | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 13:43 WIB

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:15 WIB

Sejumlah Kementerian Perkenalkan Inovasi Digital Pemberantasan Stunting

Sejumlah Kementerian Perkenalkan Inovasi Digital Pemberantasan Stunting

News | Senin, 14 Oktober 2019 | 18:25 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×