Terkuak! Ini Mengapa Aroma Bayi Baru Lahir Bisa Bikin Candu

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:05 WIB
Terkuak! Ini Mengapa Aroma Bayi Baru Lahir Bisa Bikin Candu
Seorang bayi yang tengah tersenyum [shutterstock]

Suara.com - Terkuak! Ini Mengapa Aroma Bayi Baru Lahir Bisa Bikin Candu

Siapa yang tidak suka dengan aroma khas bayi yang baru lahir? Bukan karena beraneka produk yang digunakannya, tapi dasarnya bayi memiliki aroma yang khas.

Aroma inilah yang membuat banyak orang tidak bosan menciumi kepala dan pipi bayi. Lalu mengapa itu bisa terjadi?

Mengutip laman Essential Baby Kamis (24/10/2019) faktanya aroma bayi memang memiliki kekuatan magis, khususnya bisa digunakan untuk berkomunikasi secara psikologis dengan ibunya.

Para peneliti berhasil mengumpulkan aroma bayi yang baru lahir dan membuat kandungan aroma kimia baru. Pada proses pengumpulannya tidak ada satupun kepala bayi yang dilukai, bahkan saat diambil bayi tetap bisa tertidur pulas dalam dekapan ibu.

"Kami berhasil mengumpulkan bau segar bayi baru lahir setelah lahir dengan menggunakan manik-manik silika MonoTrap," ujar peneliti.

"Selama pengambilan sampel bau, tidak ada bayi yang menangis atau resah tetapi mereka tetap rileks atau bahkan tetap tidur di tempat tidur atau lengan ibunya," sambungnya.

Komponen aroma bayi dikumpulkan satu jam setelah kelahiran. Faktanya aromanya tidak sama dengan tiga sampai lima bayi yang aromanya dikumpulkan setelah dua sampai tiga hari kelahiran. Ini artinya setiap bayi yang dilahirkan memiliki aroma uniknya sendiri.

Ilustrasi bayi usai mandi [shutterstock]
Ilustrasi bayi usai mandi [shutterstock]

"Ini menunjukkan bahwa bayi bisa dengan kuat mengekspresikan karakternya melalui aroma sesaat setelah lahir dibandingkan dengan beberapa hari kemudian," catat peneliti.

Dalam ramuan ajaib beraroma bayi itu terkandung sejumlah besar aldehida nonanal (heptanal dan oktanal), dan asam karboksilat (asam valerat, heksanoat, heptanoat, okanoat dan nonanoat).

Tapi terlepas dari penemuan campuran kimia aroma bayi yang membuat adiktif atau ketagihan itu, para peneliti menyebutkan temuan mereka memiliki hubungam penting untuk memahami ikatan antara ibu dan bayi yang lebih banyak menggunakan komunikasi non-verbal.

"Namun, mereka (bayi) bisa menangis dan juga bisa mengeluarkan aroma mereka sendiri bahkan sesaat setelah kelahiran. Stimulasi akustik dengan tangisan bayi mempengaruhi ibu secara emosional, dan juga sangat mungkin bahwa aroma bayi memiliki efek psikologis pada ibu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Medis Bayi Lahir Tanpa Kulit, Seperti di 'Perempuan Tanah Jahanam'

Kondisi Medis Bayi Lahir Tanpa Kulit, Seperti di 'Perempuan Tanah Jahanam'

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 07:25 WIB

Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:34 WIB

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:04 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB