Tahukah Moms 4 Vitamin Penting untuk Dipenuhi Oleh Ibu Menyusui?

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Minggu, 27 Oktober 2019 | 06:02 WIB
Tahukah Moms 4 Vitamin Penting untuk Dipenuhi Oleh Ibu Menyusui?
Ilustrasi ibu menyusui. (Shuttetstock)

Suara.com - Tahukah Moms 4 Vitamin Penting untuk Dipenuhi Oleh Ibu Menyusui?

Kebaikan ASI bukan rahasia baru lagi untuk kembang tumbuh bayi ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi selama usia 6 bulan alias ASI eksklusif.

Baik untuk bayi, atas dasar inilah, para ibu menyusui sebisa mungkin disarankan untuk memastikan produksi ASI tetap prima selama masa menyusui.

Asupan zat gizi harian dari berbagai sumber makanan dan minuman merupakan salah satu cara utama guna mendukung kesehatan ibu, sekaligus menjaga produksi ASI-nya.

Bukan hanya dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tapi Anda juga sebaiknya tidak melewatkan zat gizi mikro termasuk vitamin. Nah, demi memastikan kebutuhan vitamin harian ibu menyusui tidak kekurangan, berikut jenis vitamin yang setidaknya perlu Anda penuhi dilansir Hello Sehat:

1. Vitamin C

Jus wortel jeruk baik dikonsumsi saat buka puasa karena bisa mengembalikan stamina. (Boldsky)
Jus wortel jeruk. (Boldsky)

Vitamin C termasuk ke dalam kelompok vitamin larut air yang banyak terkandung di dalam aneka sayur dan buah-buahan. Bagi ibu menyusui, kebutuhan vitamin C dalam tubuh meningkat sekitar 25 miligram (mg) dari kebutuhan semulanya.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan vitamin C untuk wanita usia subur 20-35 tahun yakni 75 mg. Jadi jika usia Anda berada di rentang 20-35 tahun dan sedang menyusui, total kebutuhan vitamin C harian menjadi 100 mg.

Vitamin yang identik terkandung di dalam buah jeruk ini merupakan antioksidan sebagai pelindung tubuh dari serangan radikal bebas. Bukan hanya itu, vitamin C juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka sekaligus penyerapan zat besi.

Terlebih lagi karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, sehingga sangat mengandalkan dari asupan harian. Ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian untuk diri dan bayinya dari buah kiwi, tomat, jambu biji, pepaya, stroberi, hingga paprika.

Jika asupan vitamin C Anda terlalu banyak, ginjal bertugas untuk menyaring sehingga kelebihannya akan dikeluarkan oleh tubuh.

2. Vitamin B12

Sama halnya seperti vitamin C, vitamin B12 juga tergolong ke dalam vitamin larut air. Asupan vitamin B12 yang memadai pada tubuh ibu, kemudian akan dihantarkan untuk mencukupi kebutuhan tubuh bayi melalui ASI.

Bayi yang menyusui dari ibu yang mendapatkan asupan vitamin B12 dengan baik, juga menerima cukup vitamin B12. Sebaliknya, ibu yang kekurangan asupan vitamin B12, tentu membuat bayinya berisiko tidak mendapatkan vitamin B12 yang cukup juga.

Pentingnya vitamin B12 bagi bayi bukan tanpa alasan. Ini karena vitamin B12 mampu mendukung perkembangan otak dan produksi sel darah merah untuk bayi.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kekurangan vitamin B12 pada bayi dalam waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

Oleh karena itu, berdasarkan AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun dianjurkan untuk mencukupi sekitar 2,8 mikrogram (mcg) kebutuhan vitamin B12 harian. Sumber vitamin B12 bisa Anda peroleh dari produk susu, daging, ikan, telur, dan lain sebagainya.

3. Vitamin D

Vitamin D merupakan kelompok vitamin larut lemak, sehingga berbeda dengan vitamin B dan vitamin C. Asupan vitamin D yang cukup pada ibu menyusui bisa membantu mendukung perkembangan tulang yang sehat pada bayi.

Pasalnya, bayi berisiko mengalami penyakit rakitis atau yang juga disebut sebagai rickets atau rickettsia. Rakitis merupakan penyakit kelainan tulang yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin D dalam tubuh.

Selain vitamin D, zat gizi lain yang tidak tercukupi dengan baik sehingga mengakibatkan rakitis yakni fosfat dan kalsium. Semua zat gizi tersebut diperlukan agar tulang dapat berkembang menjadi lebih sehat dan kuat.

Jika asupannya kurang, tulang bisa menjadi rapuh, lemah, pertumbuhannya terganggu, hingga mengalami kelainan pada bentuknya. Sebenarnya, kekurangan vitamin D pada bayi yang sedang menyusui jarang sekali terjadi.

Namun, tidak ada salahnya untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan vitamin D harian dari berbagai sumber makanan. Agar tidak kekurangan, menurut AKG tahun 2013, ibu menyusui usia 20-35 tahun disarankan untuk memenuhi sebanyak 15 mcg vitamin D.

Jumlah ini sebenarnya sama dengan wanita usia subur lainnya yang tidak sedang menyusui. Di samping itu, Anda juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin D tubuh Anda dan bayi dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari.

Sementara dari sumber makanan harian, Anda bisa memperbanyak makan ikan, kuning telur, hati sapi, jamur, susu, dan lainnya.

4. Vitamin A

Masih sama dengan vitamin D, vitamin A juga merupakan salah satu jenis vitamin yang bisa dengan mudah larut dalam lemak. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, vitamin A berfungsi penting untuk menjaga kesehatan mata.

Namun bukan itu saja, vitamin A juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, bahkan mendukung kesehatan tulang bagi ibu menyusui serta bayinya. Menurut World Health Organization (WHO), kurangnya vitamin A pada anak bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi, termasuk campak dan diare.

Itu sebabnya, asupan vitamin A ibu menyusui sebaiknya selalu tercukupi dengan baik sehingga bisa diberikan pada bayi melalui ASI.

Asupan makanan ibu selama masa menyusui bisa dibilang sebagai penentu penting, baik bagi kesehatan tubuh ibu maupun bayinya. Kebutuhan vitamin A harian untuk ibu menyusui usia 20-35 tahun paling tidak sekitar 850 mcg.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen tidak dapat menggantikan asupan makanan harian. Pastikan Anda telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sibuk Promosi Film, Keira Knightley Disiplin Memompa ASI

Sibuk Promosi Film, Keira Knightley Disiplin Memompa ASI

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2019 | 15:41 WIB

Rambut Beruban Sebelum Waktunya? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin

Rambut Beruban Sebelum Waktunya? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2019 | 20:15 WIB

Apa Itu Retinol dan Cara Menggunakannya dalam Rutinitas Skincare

Apa Itu Retinol dan Cara Menggunakannya dalam Rutinitas Skincare

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:50 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB