Array

Krisis Bakteri Resisten Antibiotik, Benarkah Kunyit Bisa Melawan Itu?

Rabu, 30 Oktober 2019 | 18:45 WIB
Krisis Bakteri Resisten Antibiotik, Benarkah Kunyit Bisa Melawan Itu?
Ilustrasi kunyit (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti di seluruh dunia sedang berusaha keras menemukan cara untuk mengatasi krisis bakteri yang resisten terhadap antibiotik atau superbugs.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut suberbugs atau bakteri yang resisten terhadap antibiotik sudah menjadi ancaman kesehatan masyarakat secara global.

Beberapa ahli memperkirakan superbugs akan menyebabkan lebih banyak kematian daripada kanker pada 2050, kecuali para ilmuwan dapat menemukan cara untuk melawan ancaman tersebut.

Contohnya saja, sekitar 24 hingga 79% populasi dunia sudah terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Menurut Medical News Today, bakteri ini adalah salah satu dari banyaknya jenis bakteri yang resisten terhadap antibiotik, .

Bakteri H. pylori merupakan bakteri yang hidup di lapisan lendir pada saluran pencernaan manusia. Parahnya, bakteri ini dapat menyebabkan kanker pada organ saluran pencernaan.

Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Namun, para ilmuwan dari Inggris dan Jerman mungkin telah menemukan cara inovatif untuk menghentikan infeksi H. pylori tanpa menggunakan antibiotik.

Mereka menggunakan kapsul kecil yang diisi bahan alami, terutama curcumin atau bahan aktif dalam kunyit, untuk menghentikan infeksi.

Beberapa penelitian menunjukkan curcumin memiliki kualitas anti-inflamasi dan antioksidan.

"Kapsul kecil yang terbuat dari bahan-bahan alami dapat menawarkan cara baru untuk mencegah patogen 'superbugs' yang menyebar secara global," kata Francisco Goycoolea dari School of Food Science and Nutrition di Leeds di Inggris.

Baca Juga: Bahaya Kawat Gigi Palsu, Rentan Infeksi Bakteri hingga Tertular HIV

Ilustrasi kunyit. (Shutterstock)

"Penelitian yang dipublikasikan di ACS Applied Bio Materials ini mungkin menunjukkan cara baru menuju penargetan obat yang dikendalikan terhadap H. pylori," tambah rekan penulis Andreas Hensel dari Institut Biologi Farmasi dan Fitokimia di Universitas Münster.

Tim peneliti berharap para ilmuwan akan menggunakan kapsul kecil ini untuk membantu menghilangkan H. pylori dan mengurangi strain resisten antibiotik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI