Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:35 WIB
Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?
Ilustrasi batu empedu (Shutterstock)

Suara.com - Batu empedu yang terbentuk di kantong empedu merupakan kristal kecil yang umumnya terbuat dari kolesterol.

Berdasarkan NHS Inggris, orang yang kelebihan berat badan dan berusia lebih dari 40 tahun, terutama wanita, lebih mungkin menderita batu empedu.

Seorang dokter bernama Quan Quanwei, yang pernah melakukan operasi batu empedu, mengatakan banyak pasiennya yang menderita batu empedu sering melewatkan sarapan atau mempercepat sarapan mereka.

Berdasarkan Dr Quan, dilansir dari nzherald.co.nz, ketika seseorang tidak sarapan, kantong empedunya akan berhenti menyusut atau berkembang.

Hal ini dapat menyebabkan empedu menumpuk di kantong empedu, menyebabkan kadar kolesterol dan kalsium tinggi, katanya.

Namun, para ahli di Inggris memiliki pendapat yang berbeda.

Ilustrasi sakit perut, tanda hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut akibat batu empedu (Shutterstock)

Dr. George Webster, Wakil Presiden British Society of Gastroenterology, mengatakan bahwa kebiasaan makan tertentu sebagai penyebab batu empedu atau batu hati adalah spekulasi murni tanpa dasar bukti ilmiah untuk mendukungnya.

Dr Webster mengungkapkan, batu di kantong empedu serta saluran di hati adalah masalah umum di seluruh dunia, tetapi penyebabnya sering tidak jelas.

Hal ini juga disebutkan oleh NCH Healthcare System, bahwa penyebab pembentukan batu empedu tidak jelas. Namun, beberapa dokter berpikir batu empedu dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:

Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol

Biasanya, empedu mengandung bahan kimia yang cukup untuk melarutkan kolesterol yang dikeluarkan oleh hati.

Namun jika hati Anda mengeluarkan lebih banyak kolesterol daripada yang bisa dilarutkan oleh empedu, kelebihan kolesterol bisa terbentuk menjadi kristal dan akhirnya menjadi batu.

Ilustrasi sakit karena batu empedu (Shutterstock)

Empedu mengandung terlalu banyak bilirubin

Bilirubin adalah bahan kimia yang diproduksi ketika tubuh Anda memecah sel darah merah.

Kondisi tertentu menyebabkan hati membuat bilirubin terlalu banyak, termasuk sirosis hati, infeksi saluran empedu dan gangguan darah tertentu.

Kantung empedu tidak kosong secara benar

Jika kantong empedu Anda tidak kosong sepenuhnya atau cukup sering, empedu dapat menjadi sangat terkonsentrasi, berkontribusi pada pembentukan batu empedu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Alpukat Sehari Dapat Turunkan Tingkat Kolesterol Jahat di Tubuh

Satu Alpukat Sehari Dapat Turunkan Tingkat Kolesterol Jahat di Tubuh

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:51 WIB

Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!

Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 11:01 WIB

Manfaat Lada Hitam bagi Kesehatan, Salah Satunya Baik untuk Otak

Manfaat Lada Hitam bagi Kesehatan, Salah Satunya Baik untuk Otak

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 06:25 WIB

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Health | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:05 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB