Pakar Sebut Pembangunan Kesehatan Wajib Perhatikan Rakyat Miskin, Kenapa?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 02 November 2019 | 08:05 WIB
Pakar Sebut Pembangunan Kesehatan Wajib Perhatikan Rakyat Miskin, Kenapa?
Serikat Rakyat Miskin Indonesia berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (19/20), soal BPJS [Suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Pakar Sebut Pembangunan Kesehatan Wajib Perhatikan Rakyat Miskin, Kenapa?

Kesehatan jadi hal utama agar aktivitas sehari-hari berjalan lancar. Nah, alih-alih pembangunan yang saat ini fokus pada infrastruktur, pemerintah malah diminta fokus pada pembangunan kesehatan rakyat miskin.

Hal ini diutarakan pakar tumbuh kembang anak Prof. DR. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang menyebut rakyat miskin lebih tidak berdaya dibanding dengan masyarakat kota yang bisa berkembang dengan sendirinya.

"Menurut saya pembangunan di Indonesia, bagaimana pembangunan rakyat miskin itu nomer satu. Bukan bikin jembatan bikin hotel, kereta api cepat, nomor satu rakyat kecil dulu, rakyat kecil itu tidak berdaya, rakyat perkotaan itu dia bisa berdiri sendiri, bisa usaha sendiri," ujar Prof. Soedjatmiko, Sp. A(K), M.Si di Tendean, Jakarta Selatan (1/11/2019).

Di saat masyarakat perkotaan sudah memikirkan jenjang karir. Masyarakat miskin pedalaman sedang memikirkan dengan apa esok hari ia makan, lalu apakah anak-anaknya akan bisa makan.

"Dia (masyarakat miskin) mau makan nggak ngerti apa-apa. Bangun tidur ini anak saya bisa makan atau enggak. Nah, itu kalau mau yang dibangun," ungkap Prof. Soedjatmiko.

Setelah masyarakat miskin, yang perlu diperhatikan menurut pengajar Universitas Indonesia itu ialah kesejahteraan guru PAUD atau TK. Pada tingkatan itu anak-anak pendidididik pengetahuan dasarnya sangat penting.

Pakar tumbuh kembang anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), M.Si, dari Universitas Indonesia. (Suara.com/Dini Afrian)
Pakar tumbuh kembang anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), M.Si, dari Universitas Indonesia. (Suara.com/Dini Afrian)

"Nomor dua kalau mau dipilih guru, karena dia itu mencerdaskan, guru mulai guru PAUD, kenapa penting? karena basicnya di PAUD dan SD dapat perhatian," ungkapnya.

Sementara itu, dibanding pemerintah memberikan makanan berupa beras, mie instan atau produk lainnya yang tidak ada di daerah asal, sebaiknya manfaatkan sumberdaya yang ada, tentu saja dibarengi dengan edukasi cara memasak dan menjaga kebersihannya.

baca juga

"Tiap-tiap daerah yang sumbernya ada di situ sendiri, ada ikan di sungai, bagus proteinnya, atau bisa dari ternak, lauknya, dari telur ternak bisa. Tapi tiap hari ada terus karbohidrat dari jagung, sagu, tapi diberitahu cara makannya, masaknya gimana," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Ensefalitis Alfin Lestaluhu dan 5 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Gejala Ensefalitis Alfin Lestaluhu dan 5 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 20:44 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Berpengaruh ke Inflasi?

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Berpengaruh ke Inflasi?

Bisnis | Jum'at, 01 November 2019 | 17:01 WIB

Tukang Kopi Ini Gugat Jokowi Terkait Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Tukang Kopi Ini Gugat Jokowi Terkait Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Jatim | Jum'at, 01 November 2019 | 16:31 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×