Ayah Olga Lydia Meninggal karena Infeksi Paru-Paru, Seperti Ini Gejalanya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 13:42 WIB
Ayah Olga Lydia Meninggal karena Infeksi Paru-Paru, Seperti Ini Gejalanya
Olga Lydia [Revi C Rantung/Suara.com]

Suara.com - Kabar duka datang dari ayah Olga Lydia, Hertadi, yang baru saja meninggal dunia pada Selasa (5/11/2019). Ayah Olga Lydia meninggal dunia karena menderita infeksi paru-paru dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Olga Lydia pun membenarkan bahwa ayahnya baru saja meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya mbak benar (meninggal dunia). Saya lagi ngurusin ini mbak. Nanti lagi ya teleponnya. Makasih mbak," kata Olga Lydia ketika dihubungi awak media.

Melansir dari Healthline, infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Salah satu jenis infeksi paru-paru yang paling umum adalah pneumonia.

Pneumonia yang memengaruhi kantung udara paru-paru kecil sering disebabkan oleh bakteri menular dan virus. Gejala infeksi paru-paru pun sangat bervariasi dari ringan hingga paling berat.

Model sekaligus Aktris Olga Lydia berpose saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Model sekaligus Aktris Olga Lydia berpose saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Ringan dan beratnya gejala infeksi paru-paru tergantung oleh beberapa faktor, termasuk usia, kesehatan dan penyebab infeksi. Adapun gejala infeksi paru-paru yang paling umum, antara lain:

  • Batuk yang disertai lendir kental
  • Nyeri dada
  • Demam tinggi, biasanya disertai keringat, panas dingin, nyeri otot, dehidrasi, sakit kepala atau tubuh lemas
  • Sakit badan, terutama otot dan punggung
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Mengi (suara bernada tinggi saat bernapas seperti bersiul)
  • Kebiruan di kulit dan bibir
  • Suara berderak
Ilustrasi infeksi paru-paru (shutterstock)
Ilustrasi infeksi paru-paru (shutterstock)

Infeksi paru-paru biasanya juga menyebabkan gejala seperti pilek atau flu, tetapi kondisinya lebih parah dan lama. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan membersihkan infeksi paru-paru dari waktu ke waktu.

Tetapi, Anda juga membutuhkan antibiotik untuk mengobati infeksi paru-paru. Anda juga perlu menemui dokter jika mengalami tanda-tanda, seperti kesulitan bernapas, bibir kebiruan, sakit dada serta demam tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit Bahu Bisa Jadi Tanda Kanker Paru-paru, Jika Seperti Ini Rasanya

Sakit Bahu Bisa Jadi Tanda Kanker Paru-paru, Jika Seperti Ini Rasanya

Health | Minggu, 07 Juli 2019 | 10:40 WIB

Gejala Kanker Paru Tidak Khas, Kenali Sejak Dini dan Ubah Gaya Hidup Ini!

Gejala Kanker Paru Tidak Khas, Kenali Sejak Dini dan Ubah Gaya Hidup Ini!

Lifestyle | Selasa, 04 Desember 2018 | 11:00 WIB

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Health | Selasa, 21 November 2017 | 16:47 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB