Kita Butuh untuk Mencintai Diri Sendiri, Apa Bedanya dengan Egois?

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 November 2019 | 22:00 WIB
Kita Butuh untuk Mencintai Diri Sendiri, Apa Bedanya dengan Egois?
Felicia Maukar, Co-Founder of Soul Dewi sekaligus psikolog memaparkan program Soul Dewi. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Kita Butuh untuk Mencintai Diri Sendiri, Apa Bedanya dengan Egois?

Pernah menghadapi orang yang percaya dirinya selangit atau sering disebut juga narsis, apapun yang ada padanya dijadikan bahan pamer dengan tujuan membuat orang lain iri.

Tapi ada juga perumpamaan self love atau mencintai diri sendiri yang mirip-mirip dengan narsis dan egois. Lalu apa bedanya?

Psikolog Felicia Maukar mengatakan dasarnya ada pada mencari keuntungan untuk siapa, jika untuk diri sendiri ia disebut egois atau narsis. Sebaliknya jika tujuannya untuk orang lain maka disebut mencintai diri sendiri atau self love.

"Kalau egois, kita cinta diri untuk keuntungan diri sendiri. Bentuknya, merawat diri dan mempercantik diri sendiri lebih ke pamer atau spread, benefit hanya untuk diri sendiri," ujar Felicia di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

"Sedangkan kalau self love, konsep lebih luas untuk bisa mengisi ke orang lain, ini kembali ke goal kita mau bagaimana lebih ke keluarga atau orang lain," lanjut Felicia.

Perempuan yang juga Co-Founder of Soul Dewi itu mengatakan self love bukanlah sesuatu yang negatif, karena dasar yang dilakukannya untuk kebaikan banyak orang. Selain untuk diri sendiri, keluarga, perusahaan hingga lingkungan, karena saat orang itu mencintai diri sendiri ia akan semakin bisa berbuat sesuatu untuk orang lain yang membutuhkan.

"Mencintai diri sendiri agar bisa mencintai orang lain, jangan diartikan sebagai negatif, tapi bentuk perhatian pada orang lain dan bertumbuh," jelasnya.

Sebagai catatan mencintai diri sendiri juga tidak boleh berlebihan loh, karena selain dampaknya menjadi egois, juga akan membuat orang itu semakin menuntut lebih kepada diri sendiri. Alhasil, terciptalah rasa depresi parahnya hingga kelainan jiwa.

"Kalau terlalu obsesi sama diri sendiri kita akan rusak karena obsesi. Kita terletak pada diri kita sendiri bukan keluar, pertama orang akan gampang depresi karena dia lebih memikirkan perasaan dia sendiri dibandingkan orang lain," ungkapnya.

"Kalau orang depresi jadi penyakit lama-lama. Sakitnya itu, kaya sakit-sakit yang kayaknya dia sudah tereleminasi dari universe ini sebagai sesuatu yang tidak berkontribusi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Tips Sukses Kencan Pertama, Bukan Cuma Memilih Tempat Romantis

6 Tips Sukses Kencan Pertama, Bukan Cuma Memilih Tempat Romantis

Lifestyle | Senin, 04 November 2019 | 09:02 WIB

Tanggapi Curhatan Wanita Merasa Tak Cantik, Jawaban Pria Ini Bikin Meleleh

Tanggapi Curhatan Wanita Merasa Tak Cantik, Jawaban Pria Ini Bikin Meleleh

Lifestyle | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:25 WIB

Merawat Diri Bisa Bikin Wanita Bebas dari Stres, Ini Alasannya

Merawat Diri Bisa Bikin Wanita Bebas dari Stres, Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 25 September 2019 | 14:10 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB