Bikin Awet Muda Hingga Sehatkan Usus, Ini 5 Manfaat Sarapan Havermut

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 10:34 WIB
Bikin Awet Muda Hingga Sehatkan Usus, Ini 5 Manfaat Sarapan Havermut
Ilustrasi sasrapan dengan havermut. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bikin Awet Muda Hingga Sehatkan Usus, Ini 5 Manfaat Sarapan Havermut

Havermut memiliki keunggulan dibandingkan jenis padi-padian lainnya. Biasa disebut juga sebagai oat, havermut lazim digunakan sebagai menu sarapan masyarakat Eropa.

Havermut ideal sebagai menu sarapan karena mengandung sedikit gluten, tapi mengandung protein, karbohidrat, vitamin dan mineral dalam jumlah besar, dibanding jenis padi-padian lainnya.

Nah, dilansir DW Indonesia, berikut manfaat sarapan dengan havermut.

Memperbaiki kondisi kulit

Menyantap havermut secara teratur dapat meredam peradangan di kulit dan menghilangkan jerawat.

Mineral yang dikandung membuat havermut baik bagi kulit. Misalnya: seng dalam havermut membersihkan kulit, dan memperkecil pori-pori. Zat besi penting bagi nutrisi sel kulit. Mangan mengurangi pembengkakan dan peradangan. Sementara magnesium mendorong sirkulasi darah.

Memperkuat otot dan menghasilkan energi

Selain membutuhkan protein, perkembangan otot juga membutuhkan karbohidrat dan lemak. Itu semua bisa ditemukan dalam havermut. Karbohidrat jadi sumber energi, dan itulah yang diperlukan tubuh dalam berolahraga.

Menjaga kesehatan otot agar tidak mudah pegal dan nyeri. (Shutterstock)
Menjaga kesehatan otot agar tidak mudah pegal dan nyeri. (Shutterstock)

Kontrol baik atas tekanan darah dan kolesterol

Ini semua dimungkinkan kandungan antioksidan dalam havermut. Penyebabnya adalah kandungan beta glucane. Molekul glukosa ini menurunkan kadar gula dalam darah dan menambah produksi nitrogen monoksida, yang memperbaiki sirkulasi darah dengan memperbesar pembuluh darah.

Selain itu asam linoleat dan serat yang dikandung havermut menurunkan Kolesterol buruk dalam darah.

Memperbaiki pencernaan

Menurut studi, lapisan luar biji havermut bisa menolong mengatasi masalah pencernaan dan sembelit, terutama pada orang berusia lanjut.

Ilustrasi sistem pencernaan manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi sistem pencernaan manusia. [Shutterstock]

Hasil sebuah uji coba menunjukkan kondisi umum orang lanjut usia membaik jika menyantap bubur atau makanan penutup mengandung havermut selama 12 pekan berturut-turut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?

Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:35 WIB

Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!

Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 11:01 WIB

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Waspada! Sarapan sebelum Olahraga Justru Picu Diabetes dan Darah Tinggi

Health | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB