Ribuan Babi Mati Karena Flu, Bisakah Menular ke Manusia?

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Senin, 11 November 2019 | 21:00 WIB
Ribuan Babi Mati Karena Flu, Bisakah Menular ke Manusia?
Babi mati dibuang ke sungai. (Antara)

Suara.com - Ribuan Babi Mati Karena Flu, Bisakah Menular ke Manusia?

Matinya ribuan babi mati di Sumatera Utara membuat geger warga, banyak yang memperkirakan jika kematian babi-babi ini karena mewabahnya kolera babi atau flu babi Afrika. Alhasil, warga membuang bangkai hewan tersebut di bantaran sungai.

Lalu berbahayakah kolera ini? Bisakah menular pada manusia? Jawabannya adalah hoaks atau tidak benar.

"Hoaks, kolera babi dan African Swine Fever (ASF) sejauh ini tidak menularkan kepada manusia. Tidak menular dari hewan kepada manusia, itu prinsipnya," ujar Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono, M. Kes di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Anung mengatakan yang justru mengkhawatirkan ialah lokasi pembuangan bangkai babi di bantaran sungai. Di saat yang bersamaan sungai itu dijadikan sebagai sumber penghidupan masyarakat, alhasil terjadilah air yang tercemar dan menyebabkan penyakit.

"Pengguna air tanah di sekitar sungai itu cukup tinggi di sekitar Sumut ini. Inilah yang kita antisipasi sudah komunikasikan ke dinas kesehatan provinsi Sumut dan beberapa kabupaten dijadikan buangan bangkai babi untuk mewaspadai penggunaan air tanah di sekitar itu," tuturnya.

Di saat yang bersamaan Anung bisa memastikan jika air milik PDAM terbilang aman. Sehingga yang jadi fokus kemenkes ialah petugas rutin melakukan pengecekan di air resapan sungai.

"Meski ditemukan E.Coli tidak akan menemukan kolera babinya. Tidak akan ASF tapi mewaspadai pencemaran lingkungan sebenarnya yang harus kita waspadai," ungkap Dr. Anung.

Air sungai yang tercemar ini bisa memicu wabah penyakit hepatitis, selayaknya di Pacitan, Jawa Timur beberapa waktu lalu dan berstatus sebagai kejadian luar biasa (KLB). Bahkan, di Sumut diprediksi lebih dari itu jika tidak segera dilakukan penindakkan.

baca juga

"Seperti hepatitis di Pacitan bukan hanya hepatitis tapi E.Colinya cukup banyak karena volume airnya turun, kekentalan airnya makin (bertambah), perilakunya sama masyarakat tidak mau masak air, jadi bukan penyakit babinya yang menular melainkan penyakit akibat pencemaran sungai yang kotor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiap Menit Melintas di Sungai, Warga Sumut Gusar Bau Busuk Bangkai Babi

Tiap Menit Melintas di Sungai, Warga Sumut Gusar Bau Busuk Bangkai Babi

News | Sabtu, 09 November 2019 | 16:27 WIB

Bukti Baru Evolusi Ditemukan! Kera Prasejarah yang Jalan Tegak Pakai 2 Kaki

Bukti Baru Evolusi Ditemukan! Kera Prasejarah yang Jalan Tegak Pakai 2 Kaki

News | Jum'at, 08 November 2019 | 14:54 WIB

Tes Uji Tabrak Mobil Gunakan Babi, Peneliti China Dikecam

Tes Uji Tabrak Mobil Gunakan Babi, Peneliti China Dikecam

Otomotif | Jum'at, 08 November 2019 | 06:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

×