Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Cek Fakta: Banyak Minuman Kekinian Pakai Gula Aren, Benarkah Lebih Sehat?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Cek Fakta: Banyak Minuman Kekinian Pakai Gula Aren, Benarkah Lebih Sehat?
Ilustrasi gula putih dan gula aren (Shutterstock)

Gula aren disebut lebih sehat dibandingkan gula pasir atau gula putih. Benarkah?

Suara.com - Setelah minuman kopi susu dengan gula aren berhasil memikat banyak orang dengan rasanya yang unik, kini semakin banyak produsen minuman yang memodifikasi resep minuman kekinian dengan menggunakan palm sugar atau gula merah. Salah satu alasan yang didengungkan adalah efek kesehatannya yang tak seburuk gula putih. Benarkah?

Jawabannya adalah tidak. Dijelaskan Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Jaya, Dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, gula aren atau gula merah masuk dalam kategori gula yang sama dengan gula putih yaitu monosakarida.

Monosakarida adalah jenis sumber energi yang mudah diserap oleh tubuh dan langsung masuk ke dalam aliran darah. Itu sebabnya mengapa banyak mengonsumsi gula ini bisa memicu naiknya kadar gula darah alias diabetes, karena dalam waktu singkat gula dalam darah bisa melonjak dengan cepat.

"Iya (tidak benar gula aren lebih baik dari gula putih), dia itu monosakarida. Dalam pembentukannya seperti itu kalau dilihat isinya itu gula monosakarida seperti gula batu, gula aren, gula jawa, gula pasir, itu semua monosakarida. Jadi tidak ada pembenaran (gula aren) lebih baik dari gula pasir," ujar Dr. Em Yunir di Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Nah, jika tetap tidak bisa meninggalkan makanan manis, cobalah beralih ke pemanis alami stevia, yang diekstrak dari tanaman Stevia Rebaudiana. Pemanis alami ini diketahui punya indeks glikemik rendah, dan bukan masuk golongan monosakarida atau golongan gula lainnya.

"Itu (stevia) tidak masuk ke golongan monosakarida, di dalam 1 gram kandungan kalorinya rendah. Bekerjanya bukan seperti monosakarida, dia merangsang taste lidah untuk glukosa. Jadi akan memberikan rasa manis dengan bahan yang bukan gula," tutupnya.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS