Serangan Jantung Tanpa Riwayat Penyakit Dialami Djaduk, Kenali Penyebabnya

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 14 November 2019 | 09:43 WIB
Serangan Jantung Tanpa Riwayat Penyakit Dialami Djaduk, Kenali Penyebabnya
Djaduk Ferianto Meninggal Dunia (instagram.com/ngayogjazz)

Suara.com - Seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia karena serangan jantung pada Rabu (13/11/2019) dini hari. Adik Butet Kartaredjasa, mengatakan Djaduk menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan istrinya, Petra.

"Beliau mendapat serangan jantung sekitar pukul 02.30 WIB," ujar Butet.

Kabar meninggalnya Djaduk Ferianto karena serangan jantung pun membuat keluarga terkejut. Sebab, Djaduk diketahui tidak pernah memiliki riwayat sakit jantung.

Sang kakak Butet Kartaredjasa yang justru memiliki sakit jantung. Sehingga keluarga juga tak paham gejala yang dialami oleh Djaduk sebelum serangan jantung.

Meninggalnya Djaduk Ferianto karena serangan jantung tanpa riwayat penyakit jantung seharusnya menjadi pelajaran. Karena, seseorang mungkin saja mengalami serangan jantung tanpa ada riwayat penyakit.

Melansir dari Cardiosmart.org, penyakit arteri koroner atau jantung koroner adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyempitan pembuluh darah di dalam jantung. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Kenangan Djaduk Ferianto saat mengajar di PSBK. (Instagram/psbk_jogja)
Kenangan Djaduk Ferianto saat mengajar di PSBK. (Instagram/psbk_jogja)

Penumpukan plak yang terjadi selama bertahun-tahun akan menyumbat lebih dari setengah arteri koroner, yang juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner obstruktif.

Secara kesuluruhan, para peneliti telah menemukan bahwa sebagian besar serangan jantung terjadi pada pasien dengan penumpukan plak signifikan, seperti yang didiagnosis dengan penyakit arteri koroner obstruktif.

Hal itu terjadi karena plak yang menumpuk di arteri dapat memperlambat atau menghalangi aliran darah dan oksigen, lalu menyebabkan serangan jantung. Meskipun sebelumnya orang tersebut tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain itu penumpukan plak, ada pula faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung seperti yang dilansir dari Heartfoundation.org.au, antara lain:

  • Umur. Risiko serangan jantung akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Gender. Pria diketahui lebih berisiko tinggi mengalami serangan jantung daripada wanita.
  • Latar belakang etnis. Biasanya orang yang berasal dari Aborigin, Torres Strait Islander atau India lebih berisiko serangan jantung.
  • Riwayat keluarga. Seseorang mungkin saja mengalami serangan jantung mendadak karena salah satu anggota keluarga menderita penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Djaduk Puji Anak-Anak Sebelum Meninggal, Ini Pesannya di Grup WA Keluarga

Djaduk Puji Anak-Anak Sebelum Meninggal, Ini Pesannya di Grup WA Keluarga

Jogja | Kamis, 14 November 2019 | 08:20 WIB

Komedian Yati Pesek Kenang Saat Dipuji Cantik Djaduk Ferianto

Komedian Yati Pesek Kenang Saat Dipuji Cantik Djaduk Ferianto

Entertainment | Rabu, 13 November 2019 | 21:15 WIB

Eks Menag Lukman Hakim: Djaduk Ferianto Hentikan Pertunjukan Jelang Azan

Eks Menag Lukman Hakim: Djaduk Ferianto Hentikan Pertunjukan Jelang Azan

News | Rabu, 13 November 2019 | 21:01 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB