Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi
Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau
Liputan Khas Bundo Kanduang, sosok ibu sejati di kebudayaan Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Iqbal)

Bundo Kanduang memiliki peranan besar bagi keluarga di Tanah Datar, Sumatera Barat. Perannya bukan hanya sebagai ibu, tapi juga pelindung seluruh anak-anak.

Suara.com - Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

Limpapeh rumah nan gadang, amban paruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan tali, hiyasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari.

Setiap kebudayaan di Indonesia memiliki nilai dan pengajaran tentang pola asuh anak yang berbeda-beda. Di Tanah Datar, Sumatera Barat, misalnya, konsep Bundo Kanduang menjadi sosok utama dalam pengasuhan anak.

"Bundo Kanduang itu tiang segala-galanya, perempuan dengan cahaya yang menerangi," begitu tutur Sofia S.Pd., perempuan Minang berusia 67 tahun sekaligus sosok yang menjabat posisi Sekretaris Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Peribahasa di atas merupakan gambaran peran perempuan dalam komunitas masyarakat suku Minangkabau. Perempuan dipandang sebagai sosok yang tak hanya kuat tapi juga menguatkan.

Tak heran jika perempuan memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial budaya Urang Awak. Konsep tersebut terangkum lewat gelar Bundo Kanduang, ode bagi kaum perempuan Minang.

Bundo Kanduang sendiri merupakan sebuah personifikasi dan identitas budaya yang melekat pada perempuan Minangkabau.

Dalam Bahasa Indonesia, Bundo Kanduang biasa diterjemahkan secara kasar menjadi Bunda Kandung.

Namun menurut Sofia, Ibu Sejati merupakan padanan kata yang lebih tepat untuk menerjemahkan arti Bundo Kanduang.

"Yang dimaksud dengan Bundo Kanduang adalah seorang perempuan Minangkabau yang telah berkeluarga, artinya yang telah menikah, beragama Islam, adik atau kakak atau mande dan mengurus kegiatan-kegiatan kelangsungan adat istiadat Minangkabau," tambah Gusnawilis, Ketua Umum Bundo Kanduang Tanah Datar, kepada Suara.com, baru-baru ini.

Dalam tatanan masyarakat adat budaya Minangkabau, Bundo Kanduang dibagi dalam dua jenis yaitu Bundo Kanduang Adat atau Bundo Kanduang Sako, dan Bundo Kanduang Organisasi.

Bundo Kanduang Sako di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)
Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Bundo Kanduang Adat atau Sako memiliki tanggungjawab selingkar rumah gadang atau kaumnya. Sementara Bundo Kanduang Organisasi dipilih melalui musyawarah daerah, baik itu ditingkat dari Nagari (desa), kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dan nasional.

Ibu Sejati Urang Awak

Urang Awak atau Urang Minang memang dikenal sebagai salah salah satu suku di Indonesia yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Bagi mereka yang masih tinggal di rumah adat--rumah gadang, akan ada satu Dato (datuk) dan Bundo Kanduang Sako.

Ingin tahu lebih lanjut soal Bundo Kanduang? Simak di halaman selanjutnya ya!

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS