Sulit Didekati, Begini Cara Menghadapi Anak Autisme

Kamis, 21 November 2019 | 14:34 WIB
Sulit Didekati, Begini Cara Menghadapi Anak Autisme
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Menghadapi anak dengan autisme memang tak mudah, mengingat perilaku dan sikap mereka yang tidak bisa ditebak. Tak jarang, saat sedang tantrum, anak dengan autisme ini bisa cenderung membahayakan, baik membahayakan dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Ortopedagog Nuryanti Yamin memberi saran, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah diam dan mengamati si anak, mengenal perilakunya, dan kemudian mendekati si anak secara perlahan.

"Sebenarnya, kalau memang si anak nggak gimana-gimma (tidak apa-apa). Tapi kalau dia sudah menunjukan (sikap) agresif, inklusif, dan mulai mendorong, perilaku anak dengan autis memang beda, suka memukul dan lain-lain," ujar Nuryanti di Gandaria City beberapa waktu lalu.

Saat anak autisme tantrum, disarankan untuk tidak bereaksi berlebihan. Meskipun si anak memukul, Anda cukup menjauh dan sedikit menghindar sambil mengamati keadaan.

"Karena semakin over reaksi kita, dia semakin menjadi. Kalau dia tantrum, kita kasih space ke dia supaya dia tidak tambah tantrum lagi," ungkapnya.

"Tapi kalau kondisi normal, paling kalau senyum-senyum sendiri, ya nggak perlu dilihatin. Biasanya bukan anaknya yang baper, tapi malah orangtuanya," lanjut Nuryanti.

Beruntung, Jakarta sudah menjalankan program sebagai kota ramah autisme. Program ini penting untuk memberikan rasa nyaman bagi si anak maupun pihak keluarga. Hal ini mengingat banyak orang yang belum paham, sehingga sering kali anak dengan autisme memancing perhatian orang untuk melihat.

Jadi sudah seharusnya pelayan publik seperti polisi, satpam, penjaga kebersihan, dan sebagainya tahu cara bersikap ketika berhadapan dengan anak autisme.

Baca Juga: Lewat Seni Dian Sastrowardoyo Ajak Anaknya yang Mengidap Autisme Belajar

"Kan anak autisme juga perlu ke mal. Kenapa ramah? Siapapun yang terlibat di public area harus tahu how to handle anak autisme. Paling, tidak dilihatin. Kan dia suka senyum-senyum, ya sudah biasa saja. Semakin dilihatin dia akan emosional dengan tempat ramai dari orang, suara, atau gambar warna warni yang bisa trigger dan nggak nyaman pada puncaknya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI