Sulit Didekati, Begini Cara Menghadapi Anak Autisme

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Sulit Didekati, Begini Cara Menghadapi Anak Autisme
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Menghadapi anak dengan autisme memang tak mudah, mengingat perilaku dan sikap mereka yang tidak bisa ditebak.

Suara.com - Menghadapi anak dengan autisme memang tak mudah, mengingat perilaku dan sikap mereka yang tidak bisa ditebak. Tak jarang, saat sedang tantrum, anak dengan autisme ini bisa cenderung membahayakan, baik membahayakan dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Ortopedagog Nuryanti Yamin memberi saran, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah diam dan mengamati si anak, mengenal perilakunya, dan kemudian mendekati si anak secara perlahan.

"Sebenarnya, kalau memang si anak nggak gimana-gimma (tidak apa-apa). Tapi kalau dia sudah menunjukan (sikap) agresif, inklusif, dan mulai mendorong, perilaku anak dengan autis memang beda, suka memukul dan lain-lain," ujar Nuryanti di Gandaria City beberapa waktu lalu.

Saat anak autisme tantrum, disarankan untuk tidak bereaksi berlebihan. Meskipun si anak memukul, Anda cukup menjauh dan sedikit menghindar sambil mengamati keadaan.

"Karena semakin over reaksi kita, dia semakin menjadi. Kalau dia tantrum, kita kasih space ke dia supaya dia tidak tambah tantrum lagi," ungkapnya.

"Tapi kalau kondisi normal, paling kalau senyum-senyum sendiri, ya nggak perlu dilihatin. Biasanya bukan anaknya yang baper, tapi malah orangtuanya," lanjut Nuryanti.

Beruntung, Jakarta sudah menjalankan program sebagai kota ramah autisme. Program ini penting untuk memberikan rasa nyaman bagi si anak maupun pihak keluarga. Hal ini mengingat banyak orang yang belum paham, sehingga sering kali anak dengan autisme memancing perhatian orang untuk melihat.

Jadi sudah seharusnya pelayan publik seperti polisi, satpam, penjaga kebersihan, dan sebagainya tahu cara bersikap ketika berhadapan dengan anak autisme.

"Kan anak autisme juga perlu ke mal. Kenapa ramah? Siapapun yang terlibat di public area harus tahu how to handle anak autisme. Paling, tidak dilihatin. Kan dia suka senyum-senyum, ya sudah biasa saja. Semakin dilihatin dia akan emosional dengan tempat ramai dari orang, suara, atau gambar warna warni yang bisa trigger dan nggak nyaman pada puncaknya," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS