Patah Tulang Rusuk Karena Berlebihan Pakai Tabir Surya, Kok Bisa?

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 21 November 2019 | 15:13 WIB
Patah Tulang Rusuk Karena Berlebihan Pakai Tabir Surya, Kok Bisa?
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan tulang. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Patah Tulang Rusuk Karena Berlebihan Pakai Tabir Surya, Kok Bisa?

Diduga akibat menggunakan tabir surya secara berlebihan, seorang perempuan di China mengalami masalah tulang rapuh.

Seperti yang diketahui, penggunaan tabir surya sangat diperlukan untuk menangkal efek jahat sinar ultraviolet dari matahari. Hanya saja penggunaan tabir surya secara berlebihan juga dapat membuat tubuh memblok vitamin D yang dihasilkan sinar matahari yang baik bagi tubuh. Hingga pada akhirnya, tulang menjadi rapuh.

Perempuan berusia 20 tahun yang diberi nama samaran Xiao Miao tersebut berasal dari timur China di provinsi Zhejiang.

Awalnya ia hanya mengalami batuk-batuk dan sempat didiagnosis mengalami asma karena alergi. Namun batuknya terus berlangsung, semakin hebat sampai Xiao merasa dada sebelah kirinya sakit luar biasa.

Ketika diselidiki lebih lanjut, ternyata beberapa tulang rusuk sebelah kiri Xiao patah dan membuat dadanya sakit ketika batuk.

Dokter yang merawat Xiao kemudiam melakukan banyak tes dan mengungkapkan bahwa Xiao memiliki kepadatan tulang yang rendah daripada rata-rata populasi perempuan China terutama perempuan seusianya. Dia juga menderita kekurangan vitamin D dan memiliki kadar kalsium serta fosfat darah yang sangat rendah.

Dilansir Suara.com dari OddityCentral, Xiao mengaku bahwa ia selalu menggunakan tabir surya dengan SPF 50. Ia juga jarang keluar ruangan. Itu semua ia lakukan untuk menghindari kulitnya menghitam karena sinar matahari.

Ilustrasi krim pencegah kanker kulit, tabir surya. (Shutterstock)
Ilustrasi krim tabir surya. (Shutterstock)

Kasus Xiao Miao merupakan salah satu bukti mengenai fenomena di mana orang China yang sudah terlahir berkulit terang, ingin memiliki kulit putih pucat yang katanya nampak seperti orang kaya ningrat.

Di sisi lain, dokter yang menangani kasus Xiao Miao mengonfirmasi kepada wartawan di China bahwa kebiasaan Xiao betul telah menyebabkan 10 tulang rusuknya patah. Dokter juga menjelaskan bahwa orang seusia Xiao dapat menyerap vitamin D yang diperlukan hanya dengan mengekspos kulit mereka di bawah sinar matahari selama 20 menit selama tiga kali dalam seminggu.

Tetapi karena penggunaan tabir surya yang berlebihan, ia tidak memiliki cukup vitamin D. Namun menurut laporkan Asia One, masalah yang dialami Xiao Miao juga agak kontroversial. Beberapa penelitian mengonfirmasi pernyataan dokter, sementara lainnya menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya tidak akan menghambat sintesis vitamin D dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diimingi Motor, Pria Bongkar Makam dan Jual Tulang Belulang Keluarganya

Diimingi Motor, Pria Bongkar Makam dan Jual Tulang Belulang Keluarganya

News | Selasa, 19 November 2019 | 17:59 WIB

Ada Tengkorak dan Tulang Manusia di Tebing Kali, Warga Klaten Heboh

Ada Tengkorak dan Tulang Manusia di Tebing Kali, Warga Klaten Heboh

Jawa Tengah | Jum'at, 15 November 2019 | 12:42 WIB

Ditanya Soal Tulang Punggung Penjualan, Wuling Sebutkan Almaz

Ditanya Soal Tulang Punggung Penjualan, Wuling Sebutkan Almaz

Otomotif | Rabu, 13 November 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB