Tak Sadar Makan Daging Babi Kurang Matang, Pria Ini Alami Infeksi Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 22 November 2019 | 14:05 WIB
Tak Sadar Makan Daging Babi Kurang Matang, Pria Ini Alami Infeksi Otak
Ilustrasi hot pot. (Unsplash/Bady qb)

Suara.com - Sajian hot pot mulai menjadi kegemaran bagi sebagian besar masyarakat yang menyukai makanan Asia Timur.

Hotpot merupakan sajian makanan self-cook yang berarti kita harus memasaknya sendiri. Namun siapa sangka, sajian menggugah selera ini juga dapat berbahaya bagi tubuh, seperti yang terjadi pada seorang pria asal Hubei, China ini.

Seorang pria berusia 46 tahun dilaporkan menderita epilepsi setelah mengonsumsi irisan daging babi dan domba kurang matang saat memakan sajian hot pot.

Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa dirinya mengalami infeksi otak yang disebabkan oleh parasit di otaknya. Diduga parasit ini berasal dari daging kurang matang yang ia konsumsi.

Sang pria menceritakan pada Sina News, bahwa ia merasa sakit setelah makan daging dan mendapat diagnosis awal dengan klasifikasi intrakranial yang disebabkan oleh deposit logam dalam pembuluh darah.

Ilustrasi makanan hot pot [shutterstock]
Ilustrasi makanan hot pot [shutterstock]

Dokter pun menyarankan pada sang pria untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, saran ini ditolak dengan alasan sudah merasa lebih baik.

Beberapa hari berikutnya, sang pria ini justru mengalami kejang di malam hari. Akhirnya, ia kembali memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Ia pun menjalani pemindaian MRI yang mana hasilnya menunjukkan ia memiliki infeksi parasit seirus di otaknya.

Dokter lalu menduga daging kurang matang yang dikonsumsi sang pria masih mengandung cacing pita yang biasanya memang ditemukan pada daging babi mentah atau kurang matang. Parasit ini, katanya, dapat masuk otak melalui sistem pencernaan.

Sang dokter melanjutkan bahwa telur parasit dapat menetas dalam sistem pencernaan dan bersirkulasi ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak.

Mendengar hal ini, sang lelaki mengaku dirinya tidak sadar telah memakan daging babi mentah karena sulitnya mendeteksi ketika sudah tercampur dengan kuah sup yang berwarna merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Renang di Danau, Pria ini Nyaris Meninggal Karena Infeksi Cacing Parasit

Renang di Danau, Pria ini Nyaris Meninggal Karena Infeksi Cacing Parasit

Health | Minggu, 17 November 2019 | 11:16 WIB

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 13:34 WIB

Dikira Tumor Otak, Ternyata Ada Cacing di Otak Lelaki Ini

Dikira Tumor Otak, Ternyata Ada Cacing di Otak Lelaki Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 05:00 WIB

Hobi Makan Siput, Cacing Pita Bersarang di Otak Pria Ini

Hobi Makan Siput, Cacing Pita Bersarang di Otak Pria Ini

Health | Rabu, 06 November 2019 | 16:18 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB