Wacana Definisi Disabilitas Diperluas, Anak Stunting Termasuk?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Kamis, 28 November 2019 | 07:10 WIB
Wacana Definisi Disabilitas Diperluas, Anak Stunting Termasuk?
Ilustrasi anak stunting termasuk dalam disabilitas. (Shutterstock)

Suara.com - Wacana Definisi Disabilitas Diperluas, Anak Stunting Termasuk?

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berencana memperluas definisi disabilitas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. Anung Sugihantono M.Kes dalam acara Pers Briefing Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, (27/11/2019).

Menurut Anung, ada tiga isu utama disabilitas yang menjadi sorotan pemerintah.

Pertama adalah deskripsikan faktor risiko terjadinya disabilitas. Kedua, perluasaan definisi disabilitas, salah satunya memasukkan stunting atau kondisi kekurangan gizi kronik yang dianggap dapat memengaruhi produktivitas penyandangnya.

"Umur harapan hidup kita makin panjang, tapi angka produktivitas ada gap. Jadi muncul tantangan baru dalam environment sekarang," kata Anung.

Ketiga adalah isu pemerataan pelayanan yang bukan hanya melibatkan tenaga dokter tapi juga peran serta masyarakat. Ditemui dalam acara yang sama, Ketua Perhimpunan Besar Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PB Perdosri), Dr. dr. Tirza Tamin, SpKFR(K), menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi kurang gizi pada anak yang bisa terjadi pada sosio-ekonomi rendah, sedang hingga tinggi.

"Jadi biasanya penyebabnya banyak. Salah satunya kelainan kongenital (kelainan bawaan) yang bisa terjadi dan dapat menyebabkan IQ (kecerdasan intelektual) rendah," kata Tirza.

Ia melanjutkan, pihaknya bersama Kemenkes akan mengantisipasi agar ke depannya, anak-anak stunting tidak mengalami learning disabilities atau ketidakmampuan belajar.

baca juga
Balita stunting bisa disebabkan oleh BAB sembarangan. (Shutterstock)
Balita stunting termasuk dalam disabilitas? (Shutterstock)

"Jadi di sinilah peran Perdosri memberikan rehabilitasi sosial dan rehabilitasi pendidikan. Kita masuk dalam hal ini karena kita tahu, kalau masalah ini dibiarkan, bagaimana ke depannya mereka (anak stunting) ini ecara intelektual ke depannya?"

Ada beberapa pendekatan yang diberikan yaitu melakukan terapi bicara hingga terapi okupasi. "Terapi fisik tidak, tapi intelektualnya dan sensory integrasi termasuk behavior dia, harus banyak lewat terapi."

Sebelumnya menurut Kemenkes, penyandang disabilitas dapat terjadi akibat proses degeneratif. Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat berakibat terjadinya gangguan fungsional atau disabilitas. Demikian pula berbagai kejadian seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas dan konflik sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serius Tangani Stunting, Wapres Ma'ruf Sampai Tinjau ke Desa Tangkilsari

Serius Tangani Stunting, Wapres Ma'ruf Sampai Tinjau ke Desa Tangkilsari

News | Rabu, 27 November 2019 | 17:35 WIB

Depan Kepala Daerah, Wapres Ma'ruf Tegaskan Masalah Stunting dan Kemiskinan

Depan Kepala Daerah, Wapres Ma'ruf Tegaskan Masalah Stunting dan Kemiskinan

News | Selasa, 26 November 2019 | 00:50 WIB

PKS Kritik Stafsus Milenial Jokowi: Tupoksi Nggak Jelas

PKS Kritik Stafsus Milenial Jokowi: Tupoksi Nggak Jelas

News | Jum'at, 22 November 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang | Senin, 02 November 2026 | 16:50 WIB

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

News | Senin, 02 November 2026 | 16:48 WIB

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:47 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:45 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:44 WIB

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 16:41 WIB

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

×