Langka dan Mematikan, Kanker Paru ALK Positif Bisa Diobati di Indonesia?

M. Reza Sulaiman

Kamis, 28 November 2019 | 17:30 WIB
Langka dan Mematikan, Kanker Paru ALK Positif Bisa Diobati di Indonesia?
Ilustrasi penyakit kanker paru ALK positif yang mematikan. (Shutterstock)

Suara.com - Langka dan Mematikan, Kanker Paru ALK Positif Bisa Diobati di Indonesia?

Kanker paru masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Data Global Cancer Observatory menyebut setiap tahunnya lebih dari 30.023 penduduk Indonesia didiagnosa kanker paru, sementara, 26.095 orang meninggal akibat kanker paru pada tahun 2018.

Dari beragam jenis kanker paru, ada satu jenis yang memiliki tingkat kematian paling tinggi. Ini adalah kanker paru ALK+ atau ALK positif.

Dijelaskan dr Sita Laksmi Andarini, PhD, SpP(K), secara umum kanker paru dibagi menjadi 2 jenis besar yakni kanker paru bukan sel kecil atau non small cell lung cancer (NSCLC) dan kanker paru sel kecil atau small cell lung cancer (SCLC). Sejumlah pasien NSCLC memiliki mutasi gen anaplastic lymphoma kinase (ALK) atau dikenal dengan kanker paru NSCLC ALK+.

"ALK adalah salah satu mutasi onkogenik yang terjadi pada pasien kanker paru bukan sel kecil atau NSCLC. Kanker paru ALK positif memiliki masa perburukan yang sangat cepat, yaitu hanya sekitar 7 bulan dengan pengobatan kemoterapi. Kanker paru jenis ini bisa dibilang penyakit langka dimana terjadi pada sekitar 2-5% dari populasi kanker paru, yang sebagian besar ditemui pada pasien kanker paru stadium lanjut, bukan perokok, berusia sekitar 45–50 tahun atau lebih muda dari populasi pasien kanker paru umumnya, serta mengalami penyebaran sel kanker atau metastasis ke otak," urai dr Sita, dalam temu media CISC di Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Karena tergolong langka, maka pengobatan kanker paru ALK positif sempat tak ditemukan di Indonesia. Hal ini diakui oleh Marchadi, lelaki 59 tahun asal Jakarta yang harus berobat ke Malaysia karena penyakit kanker paru ALK positif.

Ia menyebut saat didiagnosis kanker paru ALK positif, Hadi menghabiskan waktu dan biaya untuk berobat di Malaysia, namun tak mendapat hasil yang memuaskan. Akhirnya, ia pun melanjutkan pengobatan di Indonesia.

"Bulan Agustus 2017 saya mulai diberikan obat terapi target Anti ALK. Terakhir bulan April yang lalu, saya mengkonsumsi obat Anti ALK generasi kedua Alectinib. Dalam beberapa bulan beberapa titik kanker di kepala mengecil dan beberapa titik menghilang. Obat Anti ALK yang membuat saya bisa bertahan," ujarnya.

Lebih lanjut, dr Evelina Suzanna, SpPA dari Pusat Kanker RS Dharmais mengatakan sejak tahun 2017, kanker paru jenis mutasi ALK positif sudah bisa ditangani di Indonesia. Berdasarkan penelitian, pengobatan kanker paru Anti ALK dengan Alectinib yang telah berhasil meningkatkan hasil terapi pada pasien, yakni dapat memberikan masa bebas perburukan hampir 3 tahun.

baca juga

Dari kerjasama dengan Roche, para ahli patologi anatomi dan ahli kanker, serta pihak rumah sakit, kini diagnosis ALK telah dapat dilakukan di Indonesia melalui program peningkatan kompetensi para ahli patologis anatomi dari 11  rumah sakit di 10 kota di Indonesia untuk melakukan testing dan interpretasi ALK, peningkatan kapabilitas infrastruktur testing ALK dengan uji coba reagen baru yang spesifik yang lebih sederhana dan lebih akurat, serta sertifikasi UKNEQAS yang berstandar internasional yang sedang dilakukan pada 4 laboratorium di rumah sakit pemerintah dan 1 laboratorium di rumah sakit swasta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batuk Infeksi VS Batuk Gejala Kanker Paru, Bagaimana Membedakannya?

Batuk Infeksi VS Batuk Gejala Kanker Paru, Bagaimana Membedakannya?

Health | Kamis, 28 November 2019 | 15:39 WIB

5 Berita Kesehatan: Hasil Rontgen Pengguna Vape hingga Manfaat Bedak Tawas

5 Berita Kesehatan: Hasil Rontgen Pengguna Vape hingga Manfaat Bedak Tawas

Health | Kamis, 28 November 2019 | 09:13 WIB

Kepala BKKBN Dorong Kanker Serviks Masuk Materi Konseling Pranikah

Kepala BKKBN Dorong Kanker Serviks Masuk Materi Konseling Pranikah

Health | Kamis, 28 November 2019 | 06:07 WIB

Terkini

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

×