Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh
Ilustrasi ruam di kulit sebagai gejala HIV (Shutterstock)

Gejala HIV bisa sulit dideteksi, bahkan terkadang tidak muncul selama bertahun-tahun.

Suara.com - Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi. Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS.

Berbeda dengan zaman dahulu, pengobatan HIV sekarang sudah dapat membantu menurunkan jumlah virus di dalam darah. Sehingga orang dengan HIV positif dapat hidup lebih sehat, lebih lama dan belum tentu menjadi AIDS.

Gejala HIV bisa sulit dideteksi. Dalam satu atau dua bulan HIV menyerang tubuh, 40% hingga 90% penderita mengalami gejala mirip flu yang dikenal dengan sindrom retroviral akut (ARS) atau infeksi HIV primer.

Namun terkadang gejala HIV tidak muncul selama bertahun-tahun, bahkan dalam 10 tahun, setelah terinfeksi.

Meski begitu, melansir Health, ada gejala paling umum yang dapat dicurigai sebagai tanda awal HIV.

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

1. Demam

Demam ringan hingga sekitar 39 derajat Celcius yang disertai dengan gejala kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan, dapat menjadi tanda awal dari HIV.

"Pada titik ini, virus bergerak ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar," ujar Carlos Malvestutto, MD, ahli penyakit menular dan imunologi di NYU Langone Medical Center di New York City.

"Ketika itu terjadi, ada reaksi peradangan oleh sistem kekebalan tubuh."

2. Kelelahan

Respons peradangan yang ditimbulkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan tubuh lelah dan lesu.

"Semua yang saya lakukan, saya kehabisan napas," tutur Ron (54), penderita HIV, menceritakan tanda awal yang dirasakannya.

3. Otot pegal, nyeri sendi, pembengkakan kelenjar getah bening

Infeksi HIV sering disalahartikan sebagai flu, mononukleosis, atau infeksi virus lain, bahkan sifilis atau hepatitis.

Tidak mengherankan, sebab memang gejalanya nyaris sama. Termasuk nyeri persendian, otot dan kelenjar getah bening yang membengkak.

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung meradang ketika seseorang terinfeksi. Banyak kelenjar getah bening terletak di ketiak, selangkangan, dan leher.

4. Ruam kulit

Ruam kulit dapat terjadi pada awal atau akhir perjalanan infeksi HIV, dan bahkan dapat menjadi tanda AIDS. Ruam mungkin juga disebabkan oleh bakteri, virus atau pertumbuhan berlebih ragi (sejenis jamur) yang secara alami hidup di kulit.

"Jika ruam tidak mudah dijelaskan atau diobati dengan mudah, Anda harus menimbang untuk menjalani pemeriksaan HIV," tutur Michael Horberg, MD, direktur HIV/AIDS untuk Kaiser Permanente, di Oakland, California.

Ilustrasi batuk hingga nyeri dada. (Shutterstock)
Ilustrasi batuk hingga nyeri dada. (Shutterstock)

5. Batuk kering

Batuk kering adalah pertanda pertama Ron merasa ada yang tidak beres. Dia awalnya menganggapnya sebagai alergi, tetapi itu berlangsung selama satu setengah tahun dan terus memburuk.

Menurut Dr. Malvestutto ini adalah tipikal gejala pada orang yang terinfeksi HIV lanjut atau AIDS.

Pada saat yang sama, batuk kering dapat terjadi akibat sejumlah alasan yang tidak terkait dengan HIV. Jadi memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sangat penting.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS