Berapa Banyak Ibu Hamil Boleh Makan Durian? Ini Saran Ahli Gizi

Ade Indra Kusuma Suara.Com
Sabtu, 30 November 2019 | 14:08 WIB
Berapa Banyak Ibu Hamil Boleh Makan Durian? Ini Saran Ahli Gizi
Ilustrasi buah durian (shutterstock)

Suara.com - Berapa Banyak Ibu Hamil Boleh Makan Durian? Ini Saran Ahli Gizi

Memasuki masa untuk menjadi seorang mama, cukup banyak mitos-mitos seputar nutrisi yang kurang sejalan dengan faktanya.

Sebut saja mitos yang terkenal yakni jangan makan nanas, durian dan tape, karena bisa membuat keguguran. Padahal, kenyataannya nanas, durian dan tape merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan gizi baik untuk ibu hamil dan tentunya tidak menyebabkan keguguran.

Selain itu, ada juga mitos seperti kalau sedang menyusui, jangan makan masakan pedas, bisa membuat bayi mencret. Faktanya, makanan pedas tidak mempengaruhi kualitas ASI yang berdampak pada pencernaan Sang Bayi.

Lantas apa saran ahli gizi menanggapi hal ini?

Ahli Gizi Rachel Olsen [Suara.com/Ade]
Ahli Gizi Rachel Olsen [Suara.com/Ade]

"Kandungan nutrisi dalam nanas itu baik, ada zat besi, antioksidan. Di trimester pertama ibu hamil, malah nanas harus dimakan. Durian itu juga ada vitamin b kompleks, kalium, vitamin c. Jadi nggak ada yang salah makan durian. Asupannya saja dijaga 3 biji durian cukup kok," seru Rachel Olsen saat ditemui di Kota Kasablanka, Jumat 29 November 2019.

Menurut Rachel setiap perempuan atau calon ibu yang tidak memiliki pengetahuan nutrisi yang memadai, bakal memercayai mitos sebagai sesuatu yang benar.

Padahal, selama masa persiapan untuk menjadi seorang ibu sampai  mempunyai buah hati, nutrisi merupakan aspek krusial sebagai pendukung kesehatan ibu maupun bayi.

Baca Juga: Enak dan Sehat, Ini Nutrisi dan Protein yang Didapat dari Yougurt

“Sebenarnya banyak wanita yang tidak sadar kalau sebelum hamil, sebaiknya mereka sudah menjaga asupan nutrisi mereka. Bahkan 80 persen calon mama di trimester pertama yang mengalami defisiensi vitamin D, kalsium, zink dan asam folat. Untuk mengejar kekurangan ini, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa sekitar sebulan atau beberapa bulan. Padahal, selama jangka waktu itu, bayi harus terus berkembang. Defisiensi ini sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan bayi yang sehat dalam kandungan. Untuk itu, sebaiknya calon mama sudah menyiapkan tubuhnya jauh sebelum kehamilan,” pungkas Rachel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI