4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

Sabtu, 30 November 2019 | 19:35 WIB
4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?
Ilustrasi tren menguapi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap tahun pasti akan ada tren kesehatan baru, termasuk teori baru yang mengklaim dapat meningkatkan kesehatan.

Melansir Insider, tren kesehatan 2019 pun cukup beragam, seperti penguapan vagina hingga arang yang dapat mendetoksifikasi tubuh. Berikut mitos kesehatan yang dipercaya banyak orang sepanjang tahun ini.

1. Arang aktif dapat mendektosifikasi tubuh

Berdasarkan beberapa klaim, arang digunakan untuk mengobati kasus keracunan, misalnya, karena arang sebenarnya dapat mengikat racun sehingga tidak akan diserap lambung.

Masalahnya, efek arang juga meluas ke zat yang akan diserap oleh tubuh, yaitu vitamin dan obat-obatan.

"Jika Anda makan satu es krim dengan lelehan arang aktif, Anda akan baik-baik saja. Tapi jika Anda mengonsumsinya adalam jumlah besar, kemungkinan akan memiliki masalah besar," tutur dokter kandungan Dr Alyssa Dweck.

Mengusir Kecoa dengan minyak esensial. (Shutterstock)
Mengusir Kecoa dengan minyak esensial. (Shutterstock)

2. Minyak esensial dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit

Sebenarnya masih ada sedikit bukti bahwa minyak esensial dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit. Meski begitu, minyak ini memang dapat meningkatkan suasana hati dengan baunya yang enak.

Namun, ada bukti yang menyebutkan minyak ini dapat berbahaya apabila digunakan secara tidak benar. Varietas seperti tea tree, peppermint, dan wintergreen dapat menjadi racun bahkan dalam jumlah kecil.

Baca Juga: Bukan Mitos Belaka, Ternyata Uang Memang Bisa Membeli Kebahagiaan

Minyak lain, seperti kayu manis atau cengkeh, dapat menyebabkan ruam atau reaksi alergi jika bersentuhan dengan jenis kulit tertentu.

3. Menguapi vagina dapat menyegarkan dan meremajakan organ intim

Menurut ginekolog, praktik menguapi organ intim yang terkadang ditambahkan dengan herbal terbukti tidak efektif untuk mengencangkan atau membersihkan organ reproduksi.

Sebuah studi kasus pada Juni 2019 mengupas kasus seorang wanita berusia 62 tahun yang terkena luka bakar tingkat dua setelah mencoba untuk menguapi vaginanya.

"Mustahil secara fisik, karena uap tidak dapat menembus serviks dan masuk ke dalam rahim," tulis OB-GYN Dr. Jen Gunter, dalam bukunya The Vagina Bible.

Ilustrasi vaping. (Unsplash/Jaroslav Devia)
Ilustrasi vaping. (Unsplash/Jaroslav Devia)

4. Vaping adalah alternatif aman untuk berhenti merokok

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI