RSV Menyebar, Dokter Peringatkan untuk Tidak Mencium Bayi saat Sakit

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 04 Desember 2019 | 18:03 WIB
RSV Menyebar, Dokter Peringatkan untuk Tidak Mencium Bayi saat Sakit
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Sistem kekebalan tubuh bayi memang sangat berbeda dari anak yang lebih dewasa. Tubuh mereka masih rentan terhadap virus atau bakteri yang dapat membuat mereka sakit.

Itulah sebabnya sangat penting untuk menjaga dan menjauhkan mereka dari penyakit apapun. Salah satunya dengan cara tidak mencium atau berdekatan dengan bayi ketika sakit.

Melansir CDC via World of Buzz, para ahli mengatakan ada virus yang sedang menyebar dan sangat berbahaya bagi bayi, yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV).

Virus ini cukup berbahaya dan sering tidak terdeteksi karena dapat disalahartikan sebagai virus flu biasa. RSV diketahui sebagai penyebab paling umum dari penyakit bronchiolitis dan pneumonia pada bayi di bawah satu tahun.

"Siapa saja dapat terinfeksi RSV, tetapi ini sangat serius untuk bayi di bawah enam bulan karena mereka paling rentan terhadap virus dan bahkan dapat membuat mereka dirawat di rumah sakit," tulis CDC.

Iustrasi virus yang menyebabkan flu. [shutterstock]
Iustrasi virus [shutterstock]

Gejala dari infeksi RSV adalah hidung beringus, batuk basah, demam, dan sifat lekas marah. Menurut Tiffany Hill, seorang dokter anak asal Texas, ada perbedaan antara gejala RVS dan flu.

"RSV menyebabkan lebih banyak peradangan dan sekresi di saluran napas daripada beberapa virus khas lainnya,” kata Hill, melansir 10tv.

Infeksi ini dapat bertahan sekitar 3 minggu lebih lama daripada flu, tambahnya. Ia juga mengatakan tidak ada pengobatan untuk virus ini, tetapi ada banyak hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membuat anak mereka merasa lebih baik. Salah satunya dengan perawatan simptomatik yang dapat meringankan gejala.

Cara lain untuk mencegah bayi terkena virus adalah berhati-hati terhadap siapa yang melakukan kontak dengan mereka. Jika Anda, seorang kerabat atau teman merasa sakit, Hill mengatakan untuk menghindari kontak fisik dengan sang bayi.

baca juga

Sebenarnya ada vaksin RSV, namun itu hanya terbatas pada anak berusia 2 tahun yang memiliki penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung atau bayi prematur yang lahir di bawah 28 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 14:45 WIB

Musim Hujan Tiba, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Menurut Kemenkes

Musim Hujan Tiba, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Menurut Kemenkes

Health | Rabu, 27 November 2019 | 18:54 WIB

3 Alasan Penting Mengapa Orang Indonesia Perlu Vaksinasi Influenza

3 Alasan Penting Mengapa Orang Indonesia Perlu Vaksinasi Influenza

Health | Rabu, 27 November 2019 | 14:16 WIB

Terkini

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:36 WIB

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:29 WIB

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Wujudkan Rumah Impian, BRI Hadirkan Promo KPR Bunga 0,31% di Ciputra World Surabaya

Wujudkan Rumah Impian, BRI Hadirkan Promo KPR Bunga 0,31% di Ciputra World Surabaya

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor

Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:25 WIB

×