Jurnalis Harus Lakukan Ini Agar tak Alami Gangguan Mental

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 06 Desember 2019 | 14:09 WIB
Jurnalis Harus Lakukan Ini Agar tak Alami Gangguan Mental
Ilustrasi profesi jurnalis. [shutterstock]

Suara.com - Jurnalis Harus Lakukan Ini Agar tak Alami Gangguan Mental

Profesi jurnalis menempati urutan ke-4 dunia sebagai pekerjaan dengan tingkat stres paling tinggi, sedangkan di Indonesia menempati urutan ke-5. Bahkan profesi jurnalis punya beban mental yang lebih besar dibanding bidang militer dan medis, ini karena gaji yang didapatkan lebih kecil dibanding kedua bidang tersebut.

Psikolog Sustriana Saragih mengatakan faktor beban semakin berat, mengingat pekerjaan jurnalis bisa tidak mengenal waktu dan tempat bahkan sampai bawa pekerjaan ke rumah.

Lalu apa yang bisa dilakukan para jurnalis ini, agar tidak stres terus menerus? Langkah pertama kata Sustriana, adalah harus pintar membagi waktu antara pekerjaan, pribadi, dan hiburan.

"Pertama memang time manajemen, jadi 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk beristirahat, 8 jam untuk rekreasi itu harus dipenuhi. Kalau para jurnalis kerja tidak hanya 8 jam, kadang mereka ketika pulang membawa beban pekerjaan," ujar Sustriana di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019).

Diakui Sustri, polemik ini cukup pelik karena ada saja berita yang harus dipantau dan sebagainya. Meski sulit berhenti, tapi Sustri menyarankan agar jurnalis tidak pernah mengabaikan waktu untuk beristirahat. Apalagi saat waktu makan, seringkali para jurnalis juga makan yang ala kadarnya dan gizi tidak seimbang, padahal itu tidak baik.

"Ini sebenarnya berkontribusi yang tadi kebutuhan nutrisi kebutuhan untuk istirahat, kebutuhan untuk menikmati waktu-waktu rekreasi di luar pekerjaan, itu berkontribusi terhadap kesehatan mental seseorang. secara individu," jelas Sustri.

Jadi catatan juga bagi jurnalis yang sudah berkeluarga, kerap sering bertengkar karena anggota keluarga yang tidak mengerti pekerjaan jurnalis. Alhasil Interaksi dengan keluarga kurang, pulang terlambat, bahkan sering tidak pulang.

"Kenapa harus tidur di luar terus menerus, kenapa jarang ke rumah, kalau ke rumah kenapa marah-marah. Wajar, sebenarnya marah-marah karena tuntutan kerja berat, terpapar dengan emosi negatif, terus tidak punya waktu untuk diri sendiri ketika pulang ke rumah," tuturnya

baca juga

Jadi penting untuk mengomunikasikan dengan anggota keluarga seperti apa dan bagaimana pekerjaan jurnalis agar saling support dan mengerti. Sehingga tekanan sudah dari kantor tidak ditambah tekanan keadaan rumah.

"Supaya bisa saling support dan saling mengerti, tidak berikan tuntutan yang lebih terhadap anggota keluarga yang berprofesi sebagai jurnalis atau reporter," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Profesi Jurnalis Lebih Beban Mental Dibanding Militer dan Medis

Alasan Profesi Jurnalis Lebih Beban Mental Dibanding Militer dan Medis

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 10:30 WIB

Melawan, Jurnalis Yuli Korban Deportasi di Hong Kong Tempuh Jalur Hukum

Melawan, Jurnalis Yuli Korban Deportasi di Hong Kong Tempuh Jalur Hukum

Jatim | Rabu, 04 Desember 2019 | 23:02 WIB

Jurnalis Kabar6.com Dianiaya dan Diintimidasi saat Liputan oleh Massa FBR

Jurnalis Kabar6.com Dianiaya dan Diintimidasi saat Liputan oleh Massa FBR

Banten | Rabu, 04 Desember 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×