Agar Tak Kebobolan, Ketahui Masa Kedaluwarsa Setiap Alat Kontrasepsi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 10 Desember 2019 | 16:06 WIB
Agar Tak Kebobolan, Ketahui Masa Kedaluwarsa Setiap Alat Kontrasepsi
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Tidak hanya makeup dan makanan, segala macam yang digunakan untuk pengobatan memiliki tanggal kedaluwarsa, termasuk juga alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB hingga IUD.

Melansir Insider, menggunakan alat kontrasepsi yang melampaui tanggal kedaluwarsa dapat menjadikannya tidak efektif, membuat Anda berisiko hamil atau tertular infeksi menular seksual.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang tanggal kedaluwarsa, 

1. Masa kedaluwarsa kondom dalam 2 hingga 5 tahun

Beberapa kondom bertahan lebih lama daripada yang lain dan itu tergantung pada bahan yang digunakan. Kebanyakan kondom terbuat dari lateks atau poliuretan.

"Kondom lateks dan poliuretan bertahan selama 5 tahun jika disimpan dengan benar," kata Dr. Kate Killoran, MD dan OB-GYN dari Your Doctors Online.

Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)

"Kondom yang terbuat dari bahan lain atau dikemas dengan spermisida memiliki masa yang lebih cepat, biasanya 2 hingga 3 tahun," sambungnya.

Setelah kondom melewati tanggal kedaluwarsa, itu berarti kondom tidak lagi efektif.

2. Alat kontrasepsi hormonal berakhir dalam waktu sekitar 1 tahun

baca juga

Biasanya, pil KB berakhir satu tahun setelah tanggal pembuatan, menurut Killoran. Ada beberapa bukti bahwa pil akan terus bekerja untuk beberapa periode setelah kedaluwarsa, namun tidak jelas untuk berapa lama.

Jenis kontrasepsi lainnya, seperti IUD dan implan lengan, juga akan kedaluwarsa, tetapi mereka cenderung memiliki umur yang lebih panjang daripada pil.

3. Spermisida berakhir dalam 2 tahun

Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang bertindak sebagai pembunuh sperma. Ini bekerja dalam dua cara, menghalangi pintu masuk leher rahim sehingga sperma tidak bisa mencapai sel telur, dan menghentikan sperma untuk berenang ke sel telur.

Sulit untuk menentukan batas waktu kapan spermisida kadaluwarsa karena variasi produk di pasaran. Biasanya, tanggal yang dicetak pada kemasan adalah sekitar dua tahun setelah tanggal pembuatan, menurut Killoran.

Seperti halnya kondom, penggunaan spermisida yang kadaluwarsa tidak akan menyebabkan bahaya dalam arti bahwa itu tidak akan membuat Anda sakit. Namun, itu bisa meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamil Saat Masih Menggunakan IUD, Apa Dampaknya?

Hamil Saat Masih Menggunakan IUD, Apa Dampaknya?

Health | Kamis, 28 November 2019 | 13:45 WIB

Pertama di Dunia, Peneliti India Kembangkan Kontrasepsi Suntik untuk Pria

Pertama di Dunia, Peneliti India Kembangkan Kontrasepsi Suntik untuk Pria

Health | Jum'at, 22 November 2019 | 15:20 WIB

Uganda Recall Jutaan Kondom Bocor Buatan India

Uganda Recall Jutaan Kondom Bocor Buatan India

Health | Kamis, 21 November 2019 | 16:15 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×