Pertama di Dunia, Peneliti India Kembangkan Kontrasepsi Suntik untuk Pria

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 22 November 2019 | 15:20 WIB
Pertama di Dunia, Peneliti India Kembangkan Kontrasepsi Suntik untuk Pria
Ilustrasi KB suntik untuk pria (Shutterstock)

Suara.com - Semakin berkembangnya teknologi, peneliti semakin banyak menemukan inovasi baru di dunia kesehatan, termasuk dalam alat kontrasepsi.

Dewan Penelitian Medis India (ICMR) telah mengumumkan mereka berhasil menyelesaikan uji klinis kontrasepsi suntik untuk pria pertama di dunia dan ini akan tersedia secara massal dalam enam bulan ke depan.

Menurut laporan Hindustan Times, kontrasepsi ini efektif selama 13 tahun dan seharusnya bisa menjadi pengganti vasektomi bedah. Saat ini, vasektomi bedah adalah satu-satunya metode sterilisasi pria yang tersedia di dunia.

Inovasi kontrasepsi suntik untuk pria ini dilakukan melalui suntikan ke alat kelamin.

ICMR telah mengirimkan hasilnya ke Pengawas Obat-obatan Umum India (DCGI) dan sekarang sedang menunggu persetujuan.

"Produk siap, hanya saja tertunda oleh persetujuan peraturan di Pengontrol Obat. Uji coba telah selesai, termasuk uji klinis fase 3 yang diperpanjang, di mana 303 kandidat direkrut dengan tingkat keberhasilan 97,3% dan tidak ada efek samping yang dilaporkan. Produk ini dapat dengan aman digunakan sebagai kontrasepsi pria pertama di dunia," kata Dr RS Sharma, ilmuwan senior ICMR, yang telah memimpin penelitian.

Ini dikatakan sebagai yang pertama di dunia karena kontrasepsi pria lainnya masih dalam pengembangan. Sebelumnya, ada kontrasepsi pria yang menunjukkan harapan pada 2016 tetapi dihentikan karena menghasilkan efek samping seperti jerawat dan perubahan suasana hati.

Ilustrasi KB pria (Shutterstock)

Efek samping tersebut juga mirip dengan apa yang dialami perempuan saat mengonsumsi kontrasepsi wanita.

Sementara itu, kontrasepsi ini dapat disuntikkan di bawah anestesi lokal dan digambarkan sebagai polimer yang dinamakan dengan RISUG atau Reversible Inhibition of Sperm Under Guidance. Ini terbuat dari senyawa yang disebut Styrene Maleic Anhydride.

baca juga

Dokter akan menyuntikkan RISUG ke saluran berisi sperma di dekat testis (vas deferens) dan polimer akan memblokir saluran ini sehingga tidak ada sperma yang mengalir ke penis.

Polimer ini telah banyak dikembangkan dan diteliti sejak 1970-an. Efeknya perlahan akan hilang dalam 13 tahun.

Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)
Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)

VG Somani, pengawas obat-obatan umum India mengatakan mereka harus ekstra hati-hati karena ini adalah yang pertama dari jenisnya.

Mereka ingin memastikan bahwa itu berkualitas baik dan menunggu semua persetujuan diberikan sebelum mereka melanjutkan untuk memproduksinya secara massal.

Ini kemungkinan akan memakan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baleendah Diteror Pelaku Pamer Alat Kelamin,  Sasar Kaum Ibu

Baleendah Diteror Pelaku Pamer Alat Kelamin, Sasar Kaum Ibu

Jabar | Jum'at, 22 November 2019 | 14:11 WIB

Pamer Alat Kelamin ke Wanita, Bandung Diteror Pengendara Motor Cabul

Pamer Alat Kelamin ke Wanita, Bandung Diteror Pengendara Motor Cabul

Jabar | Rabu, 20 November 2019 | 09:49 WIB

Bisakah Gangguan Eksibisionisme Dideteksi? Ini Jawaban Seksolog

Bisakah Gangguan Eksibisionisme Dideteksi? Ini Jawaban Seksolog

Health | Senin, 18 November 2019 | 15:21 WIB

Sudah Vasektomi, Keluarga Ini Terus Punya Bayi hingga 22 Kali

Sudah Vasektomi, Keluarga Ini Terus Punya Bayi hingga 22 Kali

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:45 WIB

Terkini

5 Mobil Bekas Toyota Termurah 2026, Bisa Ditebus Rp30 Jutaan

5 Mobil Bekas Toyota Termurah 2026, Bisa Ditebus Rp30 Jutaan

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 13:13 WIB

9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya

9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya

Bali | Minggu, 27 September 2026 | 13:11 WIB

Bedah Lirik 'Pertiwi' Yura Yunita: Sindiran Keras Buat Penguasa yang Berpesta Tanpa Empati!

Bedah Lirik 'Pertiwi' Yura Yunita: Sindiran Keras Buat Penguasa yang Berpesta Tanpa Empati!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 13:10 WIB

Status Waspada, Puluhan Kali Gempa Vulkanik Guncang Gunung Lokon dalam Sehari

Status Waspada, Puluhan Kali Gempa Vulkanik Guncang Gunung Lokon dalam Sehari

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 13:04 WIB

Kripto Ini Naik 328 Persen dalam Sebulan, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum

Kripto Ini Naik 328 Persen dalam Sebulan, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:01 WIB

Inul Daratista Bikin Pestapora Bergoyang, Adam Suseno Muncul Bawa Gitar

Inul Daratista Bikin Pestapora Bergoyang, Adam Suseno Muncul Bawa Gitar

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 13:01 WIB

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 12:57 WIB

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Bali | Minggu, 27 September 2026 | 12:56 WIB

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:55 WIB

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:50 WIB

×