Keren, Teknologi TeleCTG Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu di Daerah Ini

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 16 Desember 2019 | 21:50 WIB
Keren, Teknologi TeleCTG Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu di Daerah Ini
Melalui penyedia layanan kesehatan jarak jauh, solusi kesehatan maternal, TeleCTG angka AKI dan AKB menurun. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Hal ini sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia yang merupakan salah satu kunci kesuksesan suatu negara.

Berdasarkan data terakhir, jumlah AKI di Indonesia adalah sebesar 305 jiwa per 100.000 ibu, sedangkan AKB sebesar 24 jiwa per 1.000 bayi. Adapun angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Angka ini masih jauh dari batas maksimal stunting yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 20%.

Namun, dua daerah di Indonesia yakini Kupang dan Indramayu telah berhasil menurunkan AKI dan AKB selama periode 2018-2019. Melalui penyedia layanan kesehatan jarak jauh, solusi kesehatan maternal, TeleCTG angka AKI dan AKB menurun.

dr. H. Deden Bonni Koswara, MM., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menggunakan TeleCTG sebagai salah satu upaya intervensi AKI, AKB dan stunting di wilayah Indramayu. Melalui layanan kesehatan maternal ini, para bidan terbantu dalam mendeteksi faktor risiko ibu hamil, serta melakukan intervensi tepat sasaran sehingga dapat dikelola dengan baik.

"Sehati TeleCTG telah membantu 126 bidan, 892 ibu hamil, dan mendeteksi 167 ibu hamil berisiko. Penggunaan aplikasi Sehati TeleCTG di Kabupaten Indramayu ikut berperan dalam penurunan AKI dan AKB yang cukup signifikan, yaitu AKI yang pada 2018 sebanyak 61 jiwa, menurun menjadi 34 jiwa pada 2019. Sedangkan AKB yang semula 242 jiwa pada 2018, menurun menjadi 215 jiwa pada 2019," ucap Deden.

Di tempat yang sama, Mariana A. Sailana, S.Tr. Keb., Pengelola KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang juga telah menggunakan solusi TeleCTG di 14 puskesmas sejak Desember 2018. Dengan teknologi Sehati TeleCTG.

"Sebanyak 47 bidan berhasil memeriksa 1.471 ibu hamil, dan mendeteksi 991 ibu hamil berisiko. Kami juga berhasil menurunkan AKI dari sebelumnya 8 jiwa menjadi 5 jiwa. Faktor risiko kehamilan yang umumnya kami deteksi adalah anemia, kehamilan terlalu dekat, serotinus, kurangnya nutrisi ibu dan usia terlalu tua," tambah Mariana.

Dijelaskan oleh dr. Ari Waluyo, Sp.OG, Co-Founder & Chief Executive Officer Sehati Group, solusi Sehati TeleCTG memiliki beberapa fungsi, yaitu panduan lengkap mingguan kehamilan; deteksi faktor risiko tinggi; perhitungan kontraksi dan tendangan bayi; interpretasi hasil pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan; serta penyediaan data realtime yang membantu stakeholder dalam membuat keputusan, kebijakan, dan proyeksi lebih jelas.

baca juga

"Selain di dalam negeri, pihaknya juga memberikan solusi kesehatan maternal untuk backbone jaringan 5G di 4 negara berkembang, yaitu Columbia, Peru, Chili, dan Argentina. Kerja sama dengan Columbia akan dilakukan pada Februari 2020 untuk pemenuhan solusi Sehati TeleCTG di 3.000 desa," kata dokter Ari Waluyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih, Teknologi Medis Ini Bisa Periksa Kehamilan dari Jarak Jauh

Canggih, Teknologi Medis Ini Bisa Periksa Kehamilan dari Jarak Jauh

Health | Senin, 16 Desember 2019 | 16:25 WIB

Wapres Ma'ruf: Buruknya Sanitasi Sebabkan Kematian Ibu dan Bayi

Wapres Ma'ruf: Buruknya Sanitasi Sebabkan Kematian Ibu dan Bayi

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 19:36 WIB

Kondisi Geografis Berdampak pada Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

Kondisi Geografis Berdampak pada Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

Health | Kamis, 21 November 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×