Bisakah Hepatitis A Berubah Menjadi B dan C? Ini Kata Guru Besar FKUI

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 09 Desember 2019 | 19:06 WIB
Bisakah Hepatitis A Berubah Menjadi B dan C? Ini Kata Guru Besar FKUI
Ilustrasi Hepatitis A, B, dan C (Shutterstock)

Suara.com - Bisakah Hepatitis A Berubah Menjadi B dan C? Ini Kata Guru Besar FKUI

Wabah Hepatitis A yang terjadi di Depok, Jawa Barat, membuat masyarakat resah. Diketahui, hepatitis A disebabkan kurangnya kebersihan dan sanitasi yang buruk.

Tapi ada juga loh jenis Hepatitis B dan C yang hingga kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini hanya bisa diidentifikasi setelah tubuh dan badannya menguning.

Lalu, bisakah kategori virus ini berubah, dari hepatitis A ke B dan C? Ini kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dalam upacaya pengukuhan predikat Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvian Gani, SpPD-KGEH percaya jika Indonesia bisa mengeliminasi virus hepatitis B dan C pada 2030 mendatang. Ia mengatakan jenis virus yang menyerang antara hepatitis B dan C jelas berbeda.

"Oh nggak ada, hepatitis A hepatitis A, hepatitis B dan C beda lagi. Jadi tidak ada perubahan hepatitis A jadi B, dan B jadi C, itu nggak ada. Hepatitis A itu berbeda dengan virus hepatitis B. Hepatitis C pun berbeda harusnya," ujar Prof. Rino beberapa waktu lalu di FK-UI, Salemba, Jakarta Pusat.

Mirisnya, selain gejala tubuh yang menguning dan perut membesar menandakan virus hepatitis B dan C yang sudah parah. Penyakit ini tidak punya gejala atau tanda-tanda. Cara termudah ialah menghindari faktor berisiko terjadinya pertukaran darah dengan jarum suntik yang tidak steril.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvian Gani, SpPD-KGEH. (Suara.com/Dini Afrianti)
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvian Gani, SpPD-KGEH. (Suara.com/Dini Afrianti)

"Nggak ada pemicunya, dalam hal ini karena perilaku berisiko seperti misalnya penggunaan alat suntik yang tidak steril, baik untuk narkoba maupun bukan. Penggunaan melakukan tato yang gunakan alat tidak steril, itu bisa menimbulkan infeksi virus hepatitis B dan C," papar Prof. Rino.

Jadi sangat penting sekali kata dia, mereka yang sudah pernah menjalani tranfusi darah, cuci darah dan menggunakan narkotika diperiksa kadar virus hepatitis B dan C-nya.

Berbeda dengan hepatitis A yang bisa menjangkit wilayah manapun selama punya pola kebersihan dan sanitasi yang buruk. Hepatitis B dan C punya daerah epidemi khusus di Indonesia, seperti di bagian Indonesia timur.

"Kalau B dan C, memang ada beberapa daerah khusus, yang rentan terhadap atau tinggi hepatitis B, cuma sampai saat ini kita nggak tau mengapa di daerah itu tinggi. Misalnya di beberapa provinsi di Indonesia timur, atau di NTT itu tinggi. Tapi kenapa tinggi itu kita belum tahu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Top Kesehatan: Mengenal Hepatitis A Hingga Manfaat Lidah Buaya

3 Top Kesehatan: Mengenal Hepatitis A Hingga Manfaat Lidah Buaya

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 10:00 WIB

Masih Dirawat Karena Hepatitis A, Puluhan Murid SMP 20 Depok Tak Ikut Ujian

Masih Dirawat Karena Hepatitis A, Puluhan Murid SMP 20 Depok Tak Ikut Ujian

Jabar | Kamis, 05 Desember 2019 | 20:52 WIB

5 Berita Kesehatan: Risiko Hepatitis A dari Lalapan, Kadar Gula Thai Tea

5 Berita Kesehatan: Risiko Hepatitis A dari Lalapan, Kadar Gula Thai Tea

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 20:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB