Tega, Laki-laki Ini Hukum Anaknya Ngemis di Stasiun Karena tak Buat PR

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Kamis, 19 Desember 2019 | 08:30 WIB
Tega, Laki-laki Ini Hukum Anaknya Ngemis di Stasiun Karena tak Buat PR
lustrasi anak belajar matematika. (Shutterstock)

Suara.com - Tega, Laki-laki Ini Hukum Anaknya Ngemis di Stasiun Karena tak Buat PR

Orangtua memang memiliki tugas memberikan pelajaran kehidupan bagi anak-anaknya. Tapi di China, seorang ayah melakukam tugas mulia tersebut dengan cara di luar batas.

Bagaimana tidak, ayah tersebut menghukum anaknya yang tak membuat PR dengan menyuruhnya mengemis di stasiun kereta api di Shanghai.

Cerita berawal pada Kamis pagi beberapa waktu lalu. Seorang polisi Shanghai menerima telepon darurat yang mengatakan ada seorang bocah lelaki yang masih memakai tas sekolah tengah berlutut meminta makanan di stasiun kereta setempat.

Ketika petugas menemukan bocah 10 tahun tersebut, bocah tersebut tengah memegang mangkuk kecil dan meminta makanan kepada orang-orang.

Saat ditanya bagaimana ia sampai di staisun, anak tersebut menjawab bahwa ia telah ditinggalkan oleh ayahnya sendiri sekitar 45 menit sebelumnya. Sang ayah memberinya mangkuk dan menyuruhnya mengemis dari orang asing sebagai hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

"Saya dilaporkan oleh guru karena saya tidak menyelesaikan pekerjaan rumah. Ayah menyuruhku berlutut dan meminta makanan sebagai hukuman," kata anak tersebut dilansir dari Oddity Central.

Petugas lalu membawa anak tersebut ke kantor polisi. Mereka menawari si bocah biskuit dan minuman panas sambil menghubungi ibunya, yang kemudian datang menjemput sekitar satu jam kemudian.

Sang ibu mengatakan kepada polisi bahwa suaminya memang sangat kesal karena putra mereka sering dilaporkan tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Ayah anak tersebut lalu memutuskan untuk membuat si anak jera dan menunjukkan kepadanya betapa kerasnya hidup kelak.

baca juga

Tidak jelas apakah pihak berwenang mengambil tindakan hukum terhadap sang ayah, tetapi menurut Kankannews.com, mereka memperingatkan sang ibu bahwa hukuman seperti itu dapat merusak harga diri anak dan mengganggu ketertiban umum.

Gaya pendidikan keras dan hukuman berat memang hal biasa di China. Meski demikian, metode si ayah ini tetap mendapat kritik di media sosial lokal. "Apa yang dipikirkan si ayah? Akan terlambat jika terjadi sesuatu pada anak itu. Syukurlah polisi terlibat," tulis seorang warganet pengguna media sosial Weibo.

"Saya bisa membayangkan ayah menjalani kehidupan yang sulit karena dia harus bangun dan bekerja setelah tengah malam dan dia pasti sangat marah karena bocah itu tidak bekerja keras, tetapi mengemis di stasiun kereta api terlalu berbahaya bagi anak itu," seseorang lainnya berkomentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenalkan Metode Belajar Anak Lewat Buku Sentra, Inspiring School

Kenalkan Metode Belajar Anak Lewat Buku Sentra, Inspiring School

Press Release | Sabtu, 14 Desember 2019 | 05:00 WIB

Dirombak Total, Stasiun Lempuyangan Akan Jadi Lebih Luas dan Modern

Dirombak Total, Stasiun Lempuyangan Akan Jadi Lebih Luas dan Modern

Jogja | Jum'at, 13 Desember 2019 | 09:12 WIB

Tak Bisa Dimusnahkan, Bantalan Rel Bekas Stasiun Tugu Dipakai untuk Taman

Tak Bisa Dimusnahkan, Bantalan Rel Bekas Stasiun Tugu Dipakai untuk Taman

Jogja | Jum'at, 13 Desember 2019 | 08:18 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×