Imunoterapi Disetujui FDA Sebagai Pengobatan Kanker Lini Pertama

Vania Rossa

Senin, 23 Desember 2019 | 17:41 WIB
Imunoterapi Disetujui FDA Sebagai Pengobatan Kanker Lini Pertama
Ilustrasi pengobatan imunoterapi kanker. (Shutterstock)

Siapa yang Bisa Mendapat Pengobatan Imunoterapi?

Pengobatan dengan imunoterapi saat ini telah memberi harapan bagi lebih banyak pasien kanker. Untuk pemeriksaan dan pengobatan imunoterapi kanker di Indonesia sendiri, saat ini sudah tersedia untuk pasien kanker paru jenis bukan sel kecil (NSCLC) stadium lanjut, kanker kandung kemih stadium lanjut, dan kanker melanoma.

Lebih lanjut menurut dr. Ikhwan, dari berbagai studi imunoterapi kanker pada kanker paru NSCLC, disebutkan bahwa pengobatan imunoterapi membantu memperpanjang ketahanan hidup pasien kanker paru NSCLC hingga 30 bulan, dari yang sebelumnya hanya maksimal 16,7 bulan.

Meski memberi harapan cerah, dr, Ikhwan mengingatkan bahwa bukan berarti pengobatan ini 100 persen akan berhasil pada pasien kanker.

"Saat ini, pada kanker paru, imunoterapi bisa digunakan sebagai first line, yaitu pengobatan yang pertama kali diberikan. Teorinya, ketika sebuah obat sudah dipilihkan menjadi nomor satu, hasilnya lebih baik daripada nomor yang lain. Itu prinsipnya. Tapi sebaik apa? Tentu tidak semua pasien begitu dikasih obat langsung berhasil sembuh, atau hasilnya bagus," kata dr. Ikhwan.

Dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Ikhwan, pada kasus kanker paru, dokter akan mengambil jaringannya, kemudian ditentukan jenisnya apa, adenokarsinoma atau carcinoma cell skuamosa.

Dulu, pada standar pengobatan yang lama, pada adenokarsinoma, dokter akan periksakan 4 macam pertanda, yaitu EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor), ALK (Anaplastic Lymphoma Kinase), dan ROS1. Belakangan, setelah muncul imunoterapi, ada lagi pemeriksaan PD-L1.

"Nah, dari empat itu, nanti dilihat mana yang positif. Pemeriksaan itu tidak bisa semua positif. Kalau satu positif, yang lain pasti negatif. Selama ini, paling banyak pemeriksaan EGFR yang positif, makanya kita banyak pakai yang EGFR dulu," paparnya.

Lebih lanjut menurut dr. Ikhwan, jika pemeriksaan PD-L1 positif berapa persen, dan yang lain negatif, pasien boleh ke imunoterapi. "Kalau tidak mempan, masuk ke kemoterapi, atau bisa juga kombinasi. Tapi kalau EGFR yang positif dan yang lain negatif, kita tidak pakai imunoterapi, tapi pakai pengobatan yang lain," katanya menjelaskan soal standar pemeriksaan kanker untuk menentukan obat yang cocok.

"Tapi, itu kan standarnya, ya. Mana yang positif, itu yang diduluin. Dan semua pemeriksaan ini seharusnya dilakukan bersamaan. Tapi di Indonesia, kita masih belum punya pemeriksaan ini semua. Paling EGFR saja. Kendala lain, kanker paru itu susah dibiopsi, jadi kita cuma bisa ambil sampel sedikit. Jadi, tidak memungkinkan kalau sampel yang sedikit itu dipakai untuk periksa semua. Jadi kita harus pakai untuk pemeriksaan yang paling memungkinkan dulu pengobatannya. Nah, yang dicover Askes dan BPJS baru EGFR, makanya didahulukanlah yang ini," jelasnya.

Perjalanan imunoterapi sebagai obat kanker baru bukanlah jalan yang singkat. Imunoterapi itu pertama kali dicobakan pada kanker melanoma malignum, kanker tahi lalat. Baru dicobakan ke kanker paru.

Secara teori dan teknologi, imunoterapi memang secercah harapan bagi para penderita kanker yang menanti kesembuhan. Tetapi seperti dikatakan dr. Ikhwan, tubuh manusia itu unik, begitu pula dengan sel kanker. Apa yang terjadi di dalam tubuh kita tidak ada yang tahu persis. Jadi, hampir tidak akan ada keberhasilan 100 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Health | Selasa, 20 Agustus 2019 | 07:56 WIB

Imunoterapi, Kian Jadi Terobosan Inovatif Melawan Kanker

Imunoterapi, Kian Jadi Terobosan Inovatif Melawan Kanker

Health | Rabu, 07 Agustus 2019 | 11:01 WIB

BPOM Sahkan Obat Imunoterapi Baru untuk Kanker Paru dan Kandung Kemih

BPOM Sahkan Obat Imunoterapi Baru untuk Kanker Paru dan Kandung Kemih

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:16 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×