Lihat Gerhana Matahari Langsung Bikin Buta, Menkes Tolak Kado Natal

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 26 Desember 2019 | 20:58 WIB
Lihat Gerhana Matahari Langsung Bikin Buta, Menkes Tolak Kado Natal
Komuntas Astro Jogja fasilitasi warga Jogja yang ingin menonton Gerhana Matahari Cincin di Kawasan Alun-alun Utara dan Masjid Kauman, Kamis (26/12/2019). [Putu Ayu Palupi / Kontributor]

Suara.com - Lihat Gerhana Matahari Langsung Bikin Buta, Menkes Tolak Kado Natal

Gerhana matahari cincin melintasi sebagian wilayah Indonesia hari ini. Apakah benar melihat gerhana matahari langsung bisa bikin buta?

Ada pula pengalaman perdana Menkes Terawan merayakan Natal sebagai menteri, hingga cara aman membuat makanan panggang yang sehat.

Semuanya terangkum di berita kesehatan menarik hari ini, Kamis (26/12/2019).

1. Benarkah Lihat Gerhana Matahari Langsung Bisa Buta? Ini Faktanya

Pengunjung menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari cincin dari Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (26/12). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pengunjung menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari cincin dari Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (26/12). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Banyak orang mengira melihat fenomena gerhana matahari secara langsung bisa menyebabkan kebutaan. Tetapi, apakah benar gerhana matahari langsung menyebabkan kebutaan?

Melansir dari livescience.com, ternyata anggapan bahwa gerhana matahari menyebabkan kebutaan hanyalah mitos. Kondisi ini disebut retinopati matahari yang terjadi ketika cahaya terang dari matahari menutupi retina di belakang mata.

Baca selengkapnya

2. Rayakan Natal Perdana Sebagai Menteri, Menkes Terawan Tolak Kado Natal

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Rayakan Natal Perdana Sebagai Menteri, Menkes Terawan Tolak Kado Natal

Selain dijadikan sebagai momen ibadah, Hari Natal kerap jadi perayaan dan dijadikan sebagai ajang kumpul bersama sanak keluarga, makan bersama dan saling memberi hadiah.

Baca selengkapnya

3. Ingin Makanan Panggang Lebih Sehat? Begini 6 Cara Membakarnya

ilustrasi ayam bakar [shutterstock]
ilustrasi ayam bakar [shutterstock]

Ayam, ikan atau daging bakar memang menjadi makanan yang banyak disukai. Namun, makanan bakar ini juga memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh, salah satunya menyebabkan kanker.

Akhirnya, banyak orang menghindari konsumsi makanan panggang atau bakar karena takut terserang kanker dan lainnya. Di sisi lain, makanan yang digoreng juga bukan pilihan terbaik selain makanan bakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Tahun Baru 2020, Menkes Terawan Minta Masyarakat Lakukan Ini

Momen Tahun Baru 2020, Menkes Terawan Minta Masyarakat Lakukan Ini

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 18:22 WIB

Komunitas Astro Jogja Sediakan 7 Teropong untuk Nobar Gerhana Matahari

Komunitas Astro Jogja Sediakan 7 Teropong untuk Nobar Gerhana Matahari

Jogja | Kamis, 26 Desember 2019 | 17:15 WIB

Benarkah Lihat Gerhana Matahari Langsung Bisa Buta? Ini Faktanya

Benarkah Lihat Gerhana Matahari Langsung Bisa Buta? Ini Faktanya

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 16:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB