Akibat Pakai Krim Pemutih Bermerkuri, Wanita Ini Mendadak Koma

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 28 Desember 2019 | 09:35 WIB
Akibat Pakai Krim Pemutih Bermerkuri, Wanita Ini Mendadak Koma
Produk skincare mengandung bahan alami. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita asal Sacramento mengalami koma akibat pemakaian krim pemutih wajah selama bertahun-tahun. Krim pemutih wajah yang digunakannya ternyata mengandung bahan berbahaya.

Mulanya, dilansir dari Washington Post, wanita 47 tahun itu datang ke ruang gawat darurat dengan keluhan mati rasa di tangan dan kaki, bicara cadel, dan kesulitan berjalan. Tetapi, wanita tersebut tidak menderita stroke atau serangan jantung.

Tim medis pun sempat kesulitan mengidentifikasi penyakit yang diderita wanita tersebut. Sampai akhirnya, wanita itu mengalami koma.

Setelah ditelusuri, ternyata wanita itu keracunan merkuri dari krim pemutih wajah yang digunakannya. Olivia Kasirye, petugas kesehatan umum Departemen Kesehatan Kabupaten Sacramento mengatakan bahwa krim wajah wanita itu mengandung methylmercury.

Ilustrasi wanita sedang pakai skincare (shutterstock)
Ilustrasi wanita sedang pakai skincare (shutterstock)

Kandungan methylmercury ini adalah sejenis merkuri yang sangat beracun. Kasus keracunan merkuri dari krim wajah ini baru pertama kalinya terjadi di Amerika Serikat.

Akibat kejadian ini, Kasirye meminta masyarakat untuk menghentikan penggunaan krim wajah yang mengandung methylmercury atau metilmerukuri bagi anak remaja maupun orang dewasa.

Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan metilmerkuri pada kulit bisa memengaruhi sistem pusat dan perifer dengan gejala tremor, kehilangan memori, disfungsi kognitif dan motorik.

WHO dan Pan American Health Organisation melaporkan pada tahun 2017 bahwa merkuri digunakan dalam produk krim pemutih wajah karena bisa menekan melanin yang memudarkan hiperpigmentasi pudar, bekas jerawat, dan warna kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ultah ke-7, Limonia Kampanyekan Bahaya Merkuri pada Kosmetik

Ultah ke-7, Limonia Kampanyekan Bahaya Merkuri pada Kosmetik

Press Release | Kamis, 05 Desember 2019 | 00:40 WIB

Demi Penuhi Nutrisi, Ibu Hamil Tidak Perlu Menghindari Makanan Ini

Demi Penuhi Nutrisi, Ibu Hamil Tidak Perlu Menghindari Makanan Ini

Health | Selasa, 03 Desember 2019 | 18:17 WIB

Bahaya Janin Terpapar Merkuri, Lahir Bermata Satu hingga Tanpa Batok Kepala

Bahaya Janin Terpapar Merkuri, Lahir Bermata Satu hingga Tanpa Batok Kepala

Health | Rabu, 20 November 2019 | 11:54 WIB

Hati-hati Bahaya Koma Diabetes, Ahli Ungkap Penyebabnya

Hati-hati Bahaya Koma Diabetes, Ahli Ungkap Penyebabnya

Video | Selasa, 19 November 2019 | 12:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB