Meski Bernama Sama, Virus Influenza Terdiri dari 4 Jenis yang Berbeda!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 06 Januari 2020 | 18:00 WIB
Meski Bernama Sama, Virus Influenza Terdiri dari 4 Jenis yang Berbeda!
Ilustrasi virus influenza (Shutterstock)

Suara.com - Musim penghujan seperti ini umumnya banyak orang terserang flu, yang menyebabkan mereka batuk sekaligus pilek. Penyakit ini mudah menular, terutama pada mereka yang sistem kekebalannya sedang turun.

Flu atau influenza disebabkan oleh virus. Berbeda dengan pilek atau batuk biasa, flu dapat menyebabkan penyakit parah dan memperburuk beberapa kondisi medis kronis, seperti asma, penyakit jantung dan diabetes.

Berdasarkan Medical News Today, virus influenza memiliki empat jenis, yaitu influenza A, B, C, dan D.

1. Influenza A

Virus Influenza A adalah satu-satunya jenis yang dapat menyebabkan epidemi atau penyebaran penyakit secara global. Flu burung dan flu babi adalah dua contoh yang disebabkan oleh virus influenza A.

Virus ini memiliki dua protein hemagglutinin dan neuraminidase. Protein ini dapat membantu dokter mengklasifikasikannya.

2. Influenza B

Virus influenza B juga dapat menyebabkan epidemi musiman yang biasanya hanya menyerang manusia. Ada dua garis keturunan influenza B, yaitu Victoria dan Yamagata.

Virus influenza B bermutasi lebih lambat dari virus influenza A.

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

3. Influenza C

Jenis virus ini hanya mnenyebabkan penyakit ringan dan jenis ini tidak menyebabkan epidemi.

4. Influenza D

Virus ini hanya memengaruhi hewan ternak dan tampaknya tidak menginfeksi manusia.

Dari semua virus tersebut, yang cukup serius adalah influenza A dan B. Keduanya adalah virus yang sangat menular. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus flu dapat menginfeksi orang lain hingga 6 meter jauhnya.

CDC melaporkan, seseorang dapat menularkan flu setelah 3 atau 4 hari setelah sakit, sedangkan gejalanya cenderung berkembang 2 hari setelah penyakit dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Dilanda Wabah Misterius, Diklaim Mirip SARS

China Dilanda Wabah Misterius, Diklaim Mirip SARS

Health | Minggu, 05 Januari 2020 | 13:21 WIB

Wanita Berpayudara Besar Berisiko Alami Flu Lebih Parah, Ini Alasannya

Wanita Berpayudara Besar Berisiko Alami Flu Lebih Parah, Ini Alasannya

Health | Minggu, 05 Januari 2020 | 07:35 WIB

Mandi di Onsen, Pria 70 Tahun Ini Terinfeksi Ameba Pemakan Otak!

Mandi di Onsen, Pria 70 Tahun Ini Terinfeksi Ameba Pemakan Otak!

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB