Lukanya Terinfeksi Kotoran Anjing, Pria Ini Jadi Harus Rawat Inap 9 Hari

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 08 Januari 2020 | 08:10 WIB
Lukanya Terinfeksi Kotoran Anjing, Pria Ini Jadi Harus Rawat Inap 9 Hari
(Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria asal Inggris bernama Dan Coldbridge menderita infeksi mengerikan setelah luka kecilnya terkena  kotoran anjing. Akibatnya, dia harus menghabiskan waktu 9 hari selama liburan Natal di rumah sakit karena luka di kakinya itu.

Pria 33 tahun itu pertama kali mendapatkan luka di kakinya ketika tergelincir selama latihan rugby pada 2007 silam. Saat itu, ia memiliki luka kecil di kakinya. Namun, luka itu terasa semakin sakit beberapa hari kemudian.

Setelah itu, ia memutuskan pergi ke dokter untuk memeriksa kondisi luka kakinya. Dokter mengatakan Coldbridge terkena selulitis, yakni infeksi bakteri yang mematikan dan memengaruhi lapisan jaringan dalamnya.

Karena itu, dokter memberinya antibiotik dan mungkin membuat tubuhnya panas. Selain itu, dokter juga memberi tahu kemungkinan lebih buruk mengenai kondisinya.

Beberapa hari sebelum Natal bulan lalu, kemungkinan buruk yang dikatakan oleh dokternya terjadi kenyataan. Coldbridge mulai merasa kondisi tubuhnya tidak sehat.

Kakinya menjadi merah dan meradang. Coldbridge mulai kesakitan di area lukanya yang pertama kali terkena infeksi bakteri. Seiring berjalannya waktu, ia pun merasa semakin kesakitan dan memburuk.

Ilustrasi anjing dan kucing liar [shutterstock]
Ilustrasi anjing. [shutterstock]

Akhirnya, Coldbridge menjalani perawatan di Rumah Sakit Princess of Wales di Bridgend selama 9 hari. Coldbridge terpaksa hanya menghabiskan malam Natal di dalam rumah sakit bersama anak dan istri.

"Dia merasa tidak sehat meskipun sudah bertahun-tahun sejak pertama kali terkena infeksi bakteri. Kondisinya sangat terasa ketika ia lelah," kata Amy, istri Coldbridge, dikutip dari The Sun.

Amy menceritakan luka di kaki suaminya mulai melebar ke area lain setelah menjalani pengobatan antibiotik. Luka kaki itu melebar, melepuh hingga membuat suaminya kesulitan berjalan.

Ia mengatakan kondisi suaminya ini disebabkan oleh kotoran anjing liar di tempat suaminya berlatih rugby. Bakteri dalam kotoran anjing itu telah menginfeksi luka kecil di kaki suaminya.

"Masalah orang-orang tidak membersihkan kotoran anjingnya yang bisa mengakibatkan penyakit. Seharusnya ada denda besar dan konsekuensi bagi mereka yang membiarkan anjingnya berkeliaran," ujarnya.

Perlu diketahui, selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam dan jaringan di bawahnya. Ini bisa berdampak serius jika tidak segera diobati.

Infeksi berkembang secara tiba-tiba dan dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cepat.Infeksi yang parah dapat menyebar jauh ke dalam tubuh dan dapat mengancam jiwa.

Gejala selulitis terjadi tiba-tiba, seperti merah di kulit, panas, bengkak dan rasa sakit. Jika Anda melihat gejala-gejala ini, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovatif, Siswa Filipina Berhasil Buat Batu Bata dari Kotoran Anjing Liar

Inovatif, Siswa Filipina Berhasil Buat Batu Bata dari Kotoran Anjing Liar

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 12:10 WIB

Dijilat Anjing Peliharaan, Kaki Nenek 86 Tahun Alami Infeksi Bakteri

Dijilat Anjing Peliharaan, Kaki Nenek 86 Tahun Alami Infeksi Bakteri

Health | Sabtu, 21 Desember 2019 | 08:00 WIB

Jangan Diam Saja, Ini 3 Tanda Kalau Pilek Makin Memburuk

Jangan Diam Saja, Ini 3 Tanda Kalau Pilek Makin Memburuk

Health | Sabtu, 14 Desember 2019 | 17:00 WIB

Nenek-Nenek Kena Infeksi Kulit Serius setelah Dijilat oleh Hewan Peliharaan

Nenek-Nenek Kena Infeksi Kulit Serius setelah Dijilat oleh Hewan Peliharaan

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 09:19 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB