'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah
'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?
Ilustrasi seks, bercinta. (Shutterstock)

Kecanduan seks berbeda dengan perilaku seksual kompulsif yang sudah ditentukan sebagai gangguan.

Suara.com - Kecanduan seks mengacu pada suatu kondisi saat seseorang memiliki dorongan seks yang luar biasa intens atau obsesi yang tidak sehat terhadap seks.

Obsesi ini memungkinan pengidapnya melakukan hal yang memiliki risiko bahaya. Hal yang perlu diingat, kecanduan seks tidak melulu dialami lelaki. Wanita pun dapat menjadi pencandu seks.

Namun, banyak ahli yang tidak setuju dengan istilah 'kecanduan seks', seperti dilaporkan The Health Site.

Sementara, beberapa orang mengatakan, ini adalah masalah kesehatan mental, dan yang lainnya berpendapat bahwa ini hanya masalah kepribadian.

Sebuah studi yang dilakukan di Departemen Psikiatri University of Cambridge menunjukkan, aktivitas otak pada pencandu seks sama seperti pada pencandu narkoba.

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal PLOS ONE ini melaporkan, pornografi memicu adanya aktivitas otak pada orang dengan perilaku seksual kompulsif.

Namun, dalam laporan itu disebutkan pula bahwa pornografi itu sendiri sebenarnya tidak selalu membuat ketagihan.

Ilustrasi bercinta di tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi bercinta di tangga. (Shutterstock)

Peneliti mengungkapkan, studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa satu dari 25 orang dewasa (yang berperilaku seperti kecanduan seks) mungkin dipengaruhi oleh perilaku seksual kompulsif, yang tidak dapat mereka kendalikan.

Di sisi lain, BBC melaporkan bahwa kecanduan seks saat ini belum termasuk dalam diagnosis klinis, yang artinya belum ada angka resmi tentang berapa banyak orang yang telah mencari bantuan untuk masalah tersebut melalui pihak medis.

Kecanduan seks atau 'kelainan hypersexual' pernah dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam edisi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) (sebuah manual diagnostik utama di AS dan Inggris) pada 2013 silam, tetapi ditolak lantaran kurangnya bukti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS