'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2020 | 15:12 WIB
'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?
Ilustrasi seks, bercinta. (Shutterstock)

Suara.com - Kecanduan seks mengacu pada suatu kondisi saat seseorang memiliki dorongan seks yang luar biasa intens atau obsesi yang tidak sehat terhadap seks.

Obsesi ini memungkinan pengidapnya melakukan hal yang memiliki risiko bahaya. Hal yang perlu diingat, kecanduan seks tidak melulu dialami lelaki. Wanita pun dapat menjadi pencandu seks.

Namun, banyak ahli yang tidak setuju dengan istilah 'kecanduan seks', seperti dilaporkan The Health Site.

Sementara, beberapa orang mengatakan, ini adalah masalah kesehatan mental, dan yang lainnya berpendapat bahwa ini hanya masalah kepribadian.

Sebuah studi yang dilakukan di Departemen Psikiatri University of Cambridge menunjukkan, aktivitas otak pada pencandu seks sama seperti pada pencandu narkoba.

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal PLOS ONE ini melaporkan, pornografi memicu adanya aktivitas otak pada orang dengan perilaku seksual kompulsif.

Namun, dalam laporan itu disebutkan pula bahwa pornografi itu sendiri sebenarnya tidak selalu membuat ketagihan.

Ilustrasi bercinta di tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi bercinta di tangga. (Shutterstock)

Peneliti mengungkapkan, studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa satu dari 25 orang dewasa (yang berperilaku seperti kecanduan seks) mungkin dipengaruhi oleh perilaku seksual kompulsif, yang tidak dapat mereka kendalikan.

Di sisi lain, BBC melaporkan bahwa kecanduan seks saat ini belum termasuk dalam diagnosis klinis, yang artinya belum ada angka resmi tentang berapa banyak orang yang telah mencari bantuan untuk masalah tersebut melalui pihak medis.

Kecanduan seks atau 'kelainan hypersexual' pernah dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam edisi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) (sebuah manual diagnostik utama di AS dan Inggris) pada 2013 silam, tetapi ditolak lantaran kurangnya bukti.

Pada Juli 2018, WHO pun menetapkan perilaku seksual kompulsif sebagai gangguan yang masuk dalam manual diagnostik Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11), dengan nama perilaku seksual kompulsif (CSBD).

Namun, sekali lagi, gangguan perilaku seksual kompulsif (CSBD) tidaklah sama dengan 'kecanduan seks'.

"Ada perdebatan ilmiah yang sedang berlangsung tentang apakah kelainan perilaku seksual kompulsif merupakan manifestasi dari kecanduan perilaku," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier kepada SELF.

Ia menambahkan, WHO tidak menggunakan istilah kecanduan seks karena mereka belum bisa menggolongkan, apakah itu kecanduan secara fisiologis atau tidak.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Sayangnya, sekarang ini masyarakat umum lebih akrab dengan istilah 'kecanduan seks' daripada 'gangguan perilaku seksual kompulsif'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kominfo Terima 431.065 Aduan Konten Negatif di 2019, Pornografi Terbanyak

Kominfo Terima 431.065 Aduan Konten Negatif di 2019, Pornografi Terbanyak

Tekno | Rabu, 08 Januari 2020 | 21:35 WIB

Korban Reynhard Sinaga Rentan Alami Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Psikiater

Korban Reynhard Sinaga Rentan Alami Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Psikiater

Health | Selasa, 07 Januari 2020 | 16:55 WIB

Ada Bagian Otak yang Berubah saat Seseorang Alami PTSD

Ada Bagian Otak yang Berubah saat Seseorang Alami PTSD

Health | Selasa, 07 Januari 2020 | 14:46 WIB

Pernah Jadi Korban Pemerkosaan, Lady Gaga Mengaku Idap PTSD Setelahnya

Pernah Jadi Korban Pemerkosaan, Lady Gaga Mengaku Idap PTSD Setelahnya

Health | Selasa, 07 Januari 2020 | 13:18 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB