Gara-Gara Pil Kontrasepsi, Wanita Ini Derita Dua Emboli Paru

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 12 Januari 2020 | 13:22 WIB
Gara-Gara Pil Kontrasepsi, Wanita Ini Derita Dua Emboli Paru
Ilustrasi pil kontrasepsi. (Shutterstock)

Suara.com - Lauren Dyer (33), seorang wanita asal Inggris didiagnosis menderita dua emboli paru-paru setelah mengonsumsi pil kontrasepsi yang meningkatkan risikonya.

Awalnya, Lauren Dyer mengalami sesak napas, tidak bisa berbicara dan tidak bisa berjalan mendadak. Sampai akhirnya, Lauren dilarikan ke rumah sakit.

Hasil scan lantas menunjukkan bahwa Lauren menderita dua emboli paru karena gumpalan darah besar yang membatasi pernapasannya. Satu emboli menghalangi jalan napas utama paru-paru kanan dan yang lainnya berada di bagian bawah paru-paru kiri.

Seorang spesialis darah di Good Hope Hospital di Sutton Cold field, West Midlans membenarkan bahwa kesehatan Lauren memburuk akibat mengonsumsi pil kontrasepsi microgynon.

"Saya tidak mengalami gejala apapun sebelum mendadak pingsan. Biasanya pembekuan darah berawal dari kaki lalu naik hingga jantung dan otak. Tetapi, pembekuan darah yang saya alami berawal dari daerah panggul lalu melewati hati," jelas Lauren Dyer dikutip dari Mirror.

Ilustrasi pil kontrasepsi. (Shutterstock)
Ilustrasi pil kontrasepsi. (Shutterstock)

Karena kondisi ini, Lauren menyarankan semua wanita agar tak sembarangan mengonsumsi pil kontrasepsi setelah melahirkan. Karena, lebih baik mengunjungi dokter dan berdikusi mengenai pil kontrasepsi terbaik.

Menurut Lauren, pil kontrasepsi itulah yang meningkatkan risiko pembekuan darah. Karena itu, Lauren dilarikan ke rumah sakit pada Febuari 2019 dan dokter memberinya obat pengencer darah.

Tetapi, kondisi Lauren tidak membaik setelah 24 jam. Akhirnya, dokter memberinya obat untuk menghancurkan gumpalan darahnya menjadi potongan kecil.

"Detak jantung saya terganggu selama 2 hari karena kondisi ini yang berisiko menyebabkan masalah jantung di masa depan," ujarnya.

Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Lauren sempat mengaku merasa takut dan khawatir dengan kondisinya. Karena, ia tidak bisa bernapas dengan normal dan harus menggunakan bantuan oksigen.

Sampai akhirnya, kondisi Lauren sedikit membaik dan diizinkan pergi berlibur. Namun, ia disarankan menjalani perawatan rumah sakit untuk pemantauan beberapa hari kemudian.

"Saya sangat berterima kasih kepada tim medis rumah sakit yang telah merawat dan mengatasi gumpalan darah saya. Sehinga tindakan itu menyelamatkan saya dari masalah penyakit serius di masa depan," jelasnya.

Selain itu, Lauren juga berterima kasih kepada keluarga serta teman-temannya yang memberi dukungan selama berjuang melawan dua emboli paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Dikembangkan, Ilmuwan Ciptakan Pil Kontrasepsi Bulanan

Sedang Dikembangkan, Ilmuwan Ciptakan Pil Kontrasepsi Bulanan

Health | Sabtu, 07 Desember 2019 | 15:37 WIB

Olahraga Malam Disebut Sebagai 'Silent Killer', Dokter Ini Ungkap Alasannya

Olahraga Malam Disebut Sebagai 'Silent Killer', Dokter Ini Ungkap Alasannya

Health | Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:25 WIB

Jarang Bergerak & Tak Mau Keluar dari Kamar, Pria Ini Hampir Meninggal

Jarang Bergerak & Tak Mau Keluar dari Kamar, Pria Ini Hampir Meninggal

Health | Jum'at, 27 September 2019 | 20:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB