3 Hal yang Bikin Milenial Rentan Terkena Penyakit TBC

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 14 Januari 2020 | 18:46 WIB
3 Hal yang Bikin Milenial Rentan Terkena Penyakit TBC
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Data Badan Kesehatan Dunia WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pasien TBC terbanyak ketiga di dunia setelah India dan China. Dan ternyata, tak hanya rentan menjangkiti anak dan lanjut usia, TBC juga mengancam masyarakat usia produktif termasuk angkatan milenial.

Hal mengejutkan ini diutarakan oleh dr. Gatut Priyonugroho, Sp.P(K), seorang dokter spesialis pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kata dr. Gatut, secara garis besar, ada tiga risiko yang membuat milenial rentan terkena TBC.

"Secara garis besar memang risiko dibagi tiga. Pertama karena kita tinggal di Indonesia dengan status negara endemik TBC, dengan kasus TBC yang sangat banyak. Dari 100 ribu penduduk, ada 647 terkena TBC menurut data 2014. Jadi setiap 155 orang yang kita temui, ada satu yang TBC. Kita sangat mudah menghirup kuman TBC, dan ada yang sakit ada yang tidak," katanya saat ditemui Suara.com di RSUI Depok, Selasa (14/1/2020).

Maka dari itu, dr. Gatut mengingatkan untuk tetap berhati-hati ketika berada di area publik yang ramai seperti mal, transportasi publik, bahkan ruangan bioskop.

Risiko kedua, lanjutnya, adalah kegemaran milenial Indonesia untuk jalan-jalan ke luar negeri. "Pergi ke luar negeri aman? TIdak juga, karena salah satu faktor risiko terkena TBC adalah menjadi imigran. Kita pindah negara, itu memperbesar peluang terkena TBC. Milenial beda dengan generasi buyut yang sangat jarang ke luar negeri. Kalau generasi sekarang, traveling saja ke luar negeri."

Ia lalu menceritakan bagaimana tubuh manusia selalu harus beradaptasi di lingkungan baru, termasuk urusan suhu dan cuaca. "Kalau kesulitan adaptasi, maka akan muncul masalah kesehatan," tambahnya. Apalagi, lanjut dr. Gatut, ada laporan CDC yang mengatakan bahwa di negara empat musim, kasus TBC kerap meningkat di musim-musim yang lebih dingin, seperti saat musim gugur dan bersalju.

"Kalau musim panas jarang, karena sinar matahari yang menyorot langsung kuman TBC akan mati. Dan vitamin D dari matahari merupakan proteksi terhadap TBC," tambahnya.

Kasus seperti ini biasanya terjadi pada orang dengan TBC laten, atau membawa bakteri TBC dalam tubuh namun belum sampai sakit.

Faktor ketiga adalah maraknya gaya hidup yang tidak sehat dan cenderung membahayakan kesehatan, seperti merokok dan minum-minuman alkohol. "Bahkan di negara yang sangat akrab dengan alkohol, minum alkohol dinyatakan sebagai salah satu faktor risiko TBC," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Milenial Ditetapkan Sebagai Kata Tahun Ini 2019

Milenial Ditetapkan Sebagai Kata Tahun Ini 2019

Tekno | Senin, 06 Januari 2020 | 18:00 WIB

Digemari Milenial Jakarta, Kopi Starbucks Justru Tak Laku di Negara Ini

Digemari Milenial Jakarta, Kopi Starbucks Justru Tak Laku di Negara Ini

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2019 | 10:05 WIB

Kuman TBC Tak Tahan Panas, Kok Tahan Hidup di Indonesia yang Tropis?

Kuman TBC Tak Tahan Panas, Kok Tahan Hidup di Indonesia yang Tropis?

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 16:21 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB