Tangani Klitih, Psikiater Ungkap Perlu Libatkan Pendidik dan Keluarga

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 Januari 2020 | 12:03 WIB
Tangani Klitih, Psikiater Ungkap Perlu Libatkan Pendidik dan Keluarga
para pelaku terduga klitih diamankan di Polresta Yogyakarta, Minggu (12/1/2020) dini hari tadi. [Yuli Anto / Facebook]

Suara.com - Fenomena klitih belakangan kembali marak di Yogyakarta dan membuat masyarakat makin resah. Untuk mengatasi kasus ini, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun berencana membentuk kelompok kerja (pokja) khusus.

"Pokja, ya karena sekarang bagi saya, ini bagian dari yang dimaksud keluarga tangguh, " ungkap Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (13/1/2020).

Menanggapi masalah ini, Pakar Kedokteran Jiwa UGM, Carla Raymondalexas Machira, mengatakan pelaku klitih, yang biasanya tergabung dalam satu geng, merupakan anak yang tidak memiliki pegangan.

"Klitih itu kan istilahnya, anak-anak ngegeng, malam hari, istilahnya vandalisme ya, pengerusakan dan yang paling mengerikan adalah pembunuhan. Jadi mereka seperti anak-anak yang kehilangan arah," ujar Carla, saat ditemui Suara.com di Gedung KPTU FK-KMK UGM.

Meski begitu, Carla mengatakan penanganan anak-anak yang terlibat dalam aksi klitih seharusnya ditidak dikriminalisasi, tetapi dibina oleh orang-orang terdekat mereka.

Para terduga pelaku klitih yang berhasil diamankan Polresta Yogyakarta, Minggu (12/1/2020) dini hari tadi. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]
Para terduga pelaku klitih yang berhasil diamankan Polresta Yogyakarta, Minggu (12/1/2020) dini hari tadi. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Anak-anak seperti ini, jangan dipinggirkan atau malah dikriminalisasi. Kita cari penyebabnya apa, anak-anak yang sudah ditangkap itu, ditanya, 'kenapa sih?'," sambung Carla.

Penanganan seperti ini, kata Carla, merupakan tindakan preventif dari berkembanganya perilaku antisosial pada anak-anak tersebut.

"Kalau mereka harus dikonsulkan, yasudah kita tangani bersama. Kita libatkan orangtua, kita libatkan sekolah. Kemudian mereka juga dididik. Sampai akhirnya nanti (ditemukan) masalah utamanya dari keluarga, ya keluarga, yang dibina juga," sambungnya.

Dalam penanganan ini, Carla sangat menekankan pentingnya pembinaan dari pihak orang terdekat mereka, baik keluarga, sekolah, yang kemudian dapat melibatkan pakar dalam prosesnya.

baca juga

"Anak-anak seperti itu kan harus dirangkul sebetulnya. Dimulai dari rumah, sekolah juga dilibatkan, akhirnya sistem. Sistem itu bagaimana? Ya pemerintah harus ikut campur, entah itu pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Itu masih PR banget untuk kita," lanjut Carla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Klitih, Psikiater Sebut Pelaku adalah Anak yang Tak Punya Pegangan

Fenomena Klitih, Psikiater Sebut Pelaku adalah Anak yang Tak Punya Pegangan

Health | Rabu, 15 Januari 2020 | 15:37 WIB

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 16:02 WIB

Marak Klitih, Polres Sleman Beri Perhatian Khusus

Marak Klitih, Polres Sleman Beri Perhatian Khusus

Jogja | Selasa, 07 Januari 2020 | 07:50 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×