Akibat Mengejan Terlalu Keras, Kakek Ini Meninggal saat Buang Air Besar

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Akibat Mengejan Terlalu Keras, Kakek Ini Meninggal saat Buang Air Besar
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Ketika orang mengeluarkan terlalu banyak tekanan, tekanan internal tubuh meningkat dan menganggu saraf.

Suara.com - Seorang pria berusia 72 tahun meninggal karena serangan jantung ketika dia berusaha mengejan terlalu keras. Insiden ini terjadi pada Selasa (7/1/2020) lalu saat ia menderita sembelit.

Pria bermarga Zhu dari Whenzhou, Zheijang, China, itu memang sebelumnya tidak dapat buang air besar selama tiga hari dan ia pun memutuskan untuk memaksa buang air besar pada suatu malam.

Tiba-tiba, ia pingsan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya. Sayangnya, setibanya di sana Zhu sudah dinyatakan meninggal.

Dokter menjelaskan bahwa pria tersebut telah menggunakan tenaga secara berlebihan saat buang air besar, yang menyebabkan henti jantung.

Ilustrasi sulit buang air besar. [Shutterstock]
Ilustrasi sulit buang air besar. [Shutterstock]

Tapi, lapor World of Buzz, Zhu memang sudah memiliki penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.

Pihak dokter juga mengatakan, ketika orang mengeluarkan terlalu banyak tekanan saat buang air besar atau buang air kecil, tekanan internal tubuh meningkat dan menganggu saraf.

Hal ini menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah menurun. Pada akhirnya pasokan darah ke jantung berkurang, hingga sebabkan henti jantung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS