Andalkan 'Diagnosis' di Internet, Ibu Ini Biarkan Anaknya yang Sakit Parah

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:53 WIB
Andalkan 'Diagnosis' di Internet, Ibu Ini Biarkan Anaknya yang Sakit Parah
Pasien demam . (Shutterstock)

Suara.com - Mencari informasi mengenai suatu penyakit, terlebih ketika kita mengalami suatu gejala tertentu, memang perlu. Namun, bukan berarti setelah mendapat informasi tentang penyakit tersebut, kita tidak memeriksakannya.

Sebab, pada akhirnya hanya dokter yang dapat mendiagnosisnya dan memberi tahu bentuk pengobatan yang tepat untuk penyakit tersebut.

Sayangnya, ini tidak diterapkan pada seorang anak asal Taiwan karena ibunya hanya mengandalkan informasi dari beberapa laman kesehatan dan tidak memeriksakan anaknya ke dokter.

Dilansir World of Buzz, anak tersebut menderita demam, dan ketika sang ibu mencari informasi, tertulis bahwa demam dapat sembuh secara alami, sehingga sang ibu hanya membiarkan putranya di rumah agar sembuh dengan sendirinya.

Setelah dua hari, muncul gejala lainnya yaitu 'lidah stroberi'. Sang ibu pun mencari informasi lagi. Ia menemukan bahwa yang dialami putranya itu adalah tanda dari sejumlah penyakit, yakni adenovirus, demam berdarah, atau penyakit kawasaki.

Tubuh gatal dan dipenuhi ruam merupakan gejala urtikaria idiopatik kronis. (Shutterstock)
Tubuh gatal dan dipenuhi ruam(Shutterstock)

Ia curiga bahwa anaknya menderita adenovirus. Namun karena tidak ada vaksin adenovirus yang tersedia untuk masyarakat umum, dia terus membiarkan putranya tinggal di rumah.

Dua hari kemudian, putranya mulai mendapatkan gejala ruam yang dikira ibunya ruam roseola. Jadi, ibu itu tetap tidak mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Enam hari kemudian, bocah tersebut mulai mengalami demam sangat tinggi, yang baru membuat ibunya khawatir. Untuk kali keempat, sang ibu hanya mengandalkan informasi dari internet. Ia pun curiga putranya menderita penyakit Kawasaki dan akhirnya segera membawa putranya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa bocah lelaki itu telah mengalami bibir pecah-pecah, telapak tangan dan kaki merah serta bengkak, mata merah, dan 'lidah stroberi'.

baca juga

Berdasarkan pemeriksaan USG, ternyata benar bocah itu menderita penyakit Kawasaki.

"Penyakit kawasaki menyebabkan peradangan di dinding arteri berukuran sedang di seluruh tubuh. Kondisi ini memengaruhi anak-anak. Peradangan cenderung memengaruhi arteri koroner, yang memasok darah ke otot jantung," menurut Mayo Clinic.

Akibatnya, sang bocah harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang untuk kesehatan jantungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas IC4RD, Wadah Edukasi Orangtua dengan Anak Berpenyakit Langka

Komunitas IC4RD, Wadah Edukasi Orangtua dengan Anak Berpenyakit Langka

Lifestyle | Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:13 WIB

Dikira Demam Tinggi Biasa, Anak ini Meninggal Dunia karena Influenza A

Dikira Demam Tinggi Biasa, Anak ini Meninggal Dunia karena Influenza A

Health | Selasa, 14 Januari 2020 | 07:29 WIB

5 Berita Kesehatan Teratas, Imunoterapi hingga Wabah Demam Babi

5 Berita Kesehatan Teratas, Imunoterapi hingga Wabah Demam Babi

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 08:10 WIB

Penjelasan BPOM Terkait Serangan Demam Babi Afrika ke Indonesia

Penjelasan BPOM Terkait Serangan Demam Babi Afrika ke Indonesia

Video | Senin, 23 Desember 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

7 Sabun Muka Ekstrak Mawar untuk Cerahkan dan Lembapkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:30 WIB

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:28 WIB

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

Siap Bantu Gus Kikin, Gus Ipul: Jadi Waketum PBNU Pun Tak Masalah!

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:26 WIB

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!

Surakarta | Rabu, 30 September 2026 | 18:24 WIB

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Tekan Penggunaan LPG, 1 Juta Jargas Akan Dibangun

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:23 WIB

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Ikut Menjerit

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:22 WIB

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:20 WIB

CCTV dan ETLE Ungkap Pergerakan Terakhir Sutrimo Sebelum Ditemukan Kritis

CCTV dan ETLE Ungkap Pergerakan Terakhir Sutrimo Sebelum Ditemukan Kritis

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:18 WIB

×