Tahi Lalat Berubah Jadi Merah, Ternyata Pria Ini Derita Kanker Kulit

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 Januari 2020 | 13:29 WIB
Tahi Lalat Berubah Jadi Merah, Ternyata Pria Ini Derita Kanker Kulit
Ilustrasi tahi lalat (shutterstock)

Suara.com - Jason Sheridan, seorang pria asal Liverpool menyadari dirinya menderita kanker kulit setelah menggunakan aplikasi SkinVision. Jason menggunakan aplikasi tersebut guna mendeteksi tahi lalat di lengannya.

Mulanya, Jason tak peduli dengan tahi lalat selebar 1 cm di lengan kirinya. Tetapi, ia mulai khawatir ketika tahi lalat itu berubah merah setelah setahun.

Akhirnya, ia memutuskan mendeteksi tahi lalat itu menggunakan aplikasi SkinVision. Aplikasi lantas menunjukkan bahwa tahi lalat itu bisa berisiko serius dan menyarankannya pergi ke dokter.

Petugas medis lantas mendiagnosis Jason menderita kanker kulit melanoma yang bisa berakibat fatal jika terlambat diketahui. Sehingga tim medis menyarankannya menjalani operasi untuk menghilangkan tahi lalat tersebut.

"Saya sudah memiliki tahi lalat di lengan kiri itu sejak Maret 2018. Aku tak pernah khawatir tentang kanker kulit karena aku selalu menggunakan SPF ketika di bawah sinar matahari," ujar Jason dikutip dari Daily Mail.

tahi lalat (shutterstock)
tahi lalat (shutterstock)

"Tapi tahi lalat ini mulai berubah warna dari cukup gelap menjadi merah muda terang. Jadi aku berpikir harus memeriksanya. Akhirnya saya mengunduh SkinVision dan disarankan pergi ke dokter," sambungnya.

Jason mengaku sangat terkejut ketika pertama kali dokter mendiagnosisnya kanker melanoma tahap 1A. Jason tidak pernah berpikir akan menderita penyakit tersebut.

Di sisi lain, Jason juga merasa bersyukur segera mengetahuinya berkat aplikasi. Jika tidak, kondisi Jason mungkin akan semakin memburuk dan sulit terselamatkan.

Perlu diketahui SkinVision adalah palikasi berbasis AI, yang menggunakan kamera ponsel untuk mengambil foto tahi lalat atau cacat yang berisiko kanker.

Aplikasi ini bekerja dengan memberikan dimensi atau bentuk tahi lalat untuk menemukan tanda-tanda kemungkinan lebih besar itu kanker atau tidak.

Sedangkan, tahi lalat yang sehat bentuknya cukup simetris dan memiliki tepi halus serta konsisten. Sedangkan kanker kulit melanoma biasanya cenderung memiliki garis yang bergerigi dan tak beraturan.

Akhirnya, Jason harus melakukan operasi untuk mengangkat tahi lalatnya selama 40 menit. Beruntungnya, hasil biopsi Jason menunjukkan bahwa kanker kulitnya belum menyebar ke bagian tubuh lain.

Perlu dipahami, melanoma adalah bentuk kanker kulit paling berbahaya, yang terjadi setelah DNA dalam sel-sel kulit rusak. Kemudian kondisi ini tidak diperbaiki sehingga memicu mutasi yang membentuk tumor ganas.

Menurut statistik Cancer Research UK, sekitar 15.900 kasus baru terjadi setiap tahun di Inggris, dengan 2.285 warga Inggris meninggal akibat penyakit ini pada tahun 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luka Bekas Cacar Air 27 Tahun Lalu Infeksi, Gadis Ini Derita Kanker Kulit

Luka Bekas Cacar Air 27 Tahun Lalu Infeksi, Gadis Ini Derita Kanker Kulit

Health | Senin, 06 Januari 2020 | 13:30 WIB

Pakai Kosmetik Kaleng-kaleng, Wanita Ini Kena Kanker Kulit

Pakai Kosmetik Kaleng-kaleng, Wanita Ini Kena Kanker Kulit

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 11:44 WIB

Pakai Sunscreen tapi Kulit Tetap Menghitam? Ini Sebabnya

Pakai Sunscreen tapi Kulit Tetap Menghitam? Ini Sebabnya

Lifestyle | Minggu, 15 Desember 2019 | 13:51 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB