Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

M. Reza Sulaiman

Senin, 20 Januari 2020 | 15:59 WIB
Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China
Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)

Suara.com - Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

Kasus pneumonia yang disebabkan oleh virus korona menyebar di Asia. Berawal dari Wuhan, China, kasus pneumonia baru ini juga terdeteksi di Jepang, Korea Selatan, hingga Thailand dan Singapore.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan pneumonia yang terjadi di Wuhan dan beberapa negara Asia lainnya ini berbeda dengan pneumonia biasa yang juga lazim terjadi di Indonesia.

"Saat ini sudah diketahui penyebabnya adalah novel Coronavirus (nCoV) yang masih satu family dengan virus penyebab SARS dan MERS," tutur dr Anung, dalam temu media Kemenkes, Senin (20/1/2020).

Meski begitu, metode penularan penyakit ini belum diketahui secara pasti. Pun dengan vektor atau hewan pembawa yang menjadi perantara infeksi ke manusia.

"Semuanya diketahui berinteraksi, ada yang megang, ada yang makan, ada yang berkunjung ke lingkungan. Di Wuhan sendiri menurut informasi terkini sudah tidak ada kasus baru," urainya lagi.

Sementara itu, pneumonia yang umumnya terjadi di Indonesia disebabkan oleh bakteri Streptococcus, Staphylococcus, Legionella, dan lain-lain. Sehingga, penanganan dan pencegahannya pun berbeda dan tak bisa disamakan.

"Saya ditanyakan juga apakah vaksin pneumonia yang ada bisa digunakan untuk mencegah nCoV ketika ingin ke China. Jawabannya ya tidak bisa karena penyebabnya saja tidak sama," tutur dr Anung lagi.

Lalu, bagaimana cara seseorang mengetahui apakah ia terinfeki pneumonia biasa atau pneumonia nCoV? Dikatakan dr Anung, ada beberapa kriteria yang menunjukkan pneumonia nCoV, di antaranya:

baca juga
  1. Mengalami infeksi saluram pernapasan akut berat dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti.
  2. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, Hubei, China, dalam waktu 14 hari ke belakang.
  3. Seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak bisa, kemudian terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat.
  4. Seseorag yang melakukan kontak erat dengan kasus positif terinfeksi nCoV.
  5. Mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV.
  6. Memiliki riwayat kontak dengan hewan atau mengunjungi pasar hewan di Wuhan, China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Gejala Terinfeksi Virus Korona, Apakah Penyakit Ini Mematikan?

Waspadai Gejala Terinfeksi Virus Korona, Apakah Penyakit Ini Mematikan?

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 11:00 WIB

Waspada Wabah Virus Korona di China, Ketahui Fakta-Fakta Penyakitnya!

Waspada Wabah Virus Korona di China, Ketahui Fakta-Fakta Penyakitnya!

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 08:19 WIB

Spora Antraks Mengendap di Tanah Bikin Gunungkidul Rentan KLB Antraks

Spora Antraks Mengendap di Tanah Bikin Gunungkidul Rentan KLB Antraks

Health | Sabtu, 18 Januari 2020 | 05:05 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×