Awas, Bakteri di Kolam Renang Umum Bisa Sebabkan Diare hingga Infeksi Dada

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 29 Januari 2020 | 15:02 WIB
Awas, Bakteri di Kolam Renang Umum Bisa Sebabkan Diare hingga Infeksi Dada
Ilustrasi kolam renang. (Unsplash/ Joe Calata)

Suara.com - Berenang adalah kegiatan yang menyenangkan untuk olahraga maupun menyegarkan badan. Tetapi, Anda perlu mempertimbangkan kuman yang ada di dalam air kolam renang umum.

Penelitian baru menunjukkan bahwa mungkin ada sejumlah besar kuman yang bersembunyi di area basah ini. Kuman di dalam kolam renang ini bisa saja menyebabkan sejumlah penyakit.

Penelitian yang dilakukann oleh Blue Cube Direct dilansir oleh Metro, menemukan bahwa bakteri penyebab infeksi berat dan penyakit akan berkembang biak di lingkungan publik yang tak terawat.

Salah satu penyakit akibat bakteri kolam renang adalah penyakit air rekreasi (RWI). Umumnya, jenis penyakit ini berupa diare yang disebabkan oleh kuman seperti Crypto (kependekan dari Cryptosporidium), Giardia, Shigella, norovirus dan E. coli.

Pada kolam renang yang terawat, parasit cryptosporidium pun dapat bertahan hidup selama berhari-hari. Apalagi di kolam renang publik yang tidak terawat kebersihannya.

Kolam renang umum (Pixabay/pixabairis)
Kolam renang umum (Pixabay/pixabairis)

Selain diare, penyakit RWI akibat bakteri kolam renang ini bisa menyebabkan penyakit dan infeksi lainnya, termasuk infeksi saluran pencernaan, kulit, telinga, pernapasan, mata, neurologis dan luka.

Lalu ada acanthamoeba, yakni bakteri lain yang tumbuh di kolam renang. Bakteri ini bisa menyebabkan kulit kering yang disebut keratitis acanthamoebic yang bisa menyebabkan ulkus kornea hingga kebutaan.

Parahnya lagi, jika orang dengan infeksi jamur atau ragi bisa menyebabkan pengguna kolam renang lainnya mengalami infeksi kulit, mulai dari masalah kuku, kulit, infeksi mulut dan kelamin.

Terkadang, bakteri pada kolam renang juga bisa menyebabkan infeksi dada. Tetapi, risiko ini rendah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh kuat dan normal.

baca juga

Andrew Jones, Direktur Blue Cube Direct menjelaskan bakteri dan parasit juga masih bisa bertahan hidup di lingkungan yang sangat terklorinasi.

"Bahkan jika air di kolam renang tidak ada bakterinya, antar pengguna kolam renang bisa menyebabkan masalah kesehatan melalui kebersihan yang buruk," jelasnya.

Jika Anda mencium bau khas di kolam renang, sebenarnya itu bau nitrogen triklorida yang merupakan gas tajam. Gas ini terbentuk ketika klorin dari desinfektan bereaksi dengan materi manusia.

Adapun materi manusia ini termasuk keringat, urine, lendir, air liur, rambut, kulit mati dan kotoran. Bahkan polutan lain seperti parfum, kosmetik dan sunscreen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis Ini Koma 8 Hari karena Sakit Tenggorokan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Gadis Ini Koma 8 Hari karena Sakit Tenggorokan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 15:40 WIB

Jangan Sampai Sakit, Ini Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Sedang Turun

Jangan Sampai Sakit, Ini Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Sedang Turun

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 19:16 WIB

Ada 2 Jenis Bronkitis Akut dan Kronis, Mana yang Menular?

Ada 2 Jenis Bronkitis Akut dan Kronis, Mana yang Menular?

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

×