Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 30 Januari 2020 | 19:00 WIB
Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?
Virus Corona. (Antara)

Suara.com - Virus corona Wuhan yang disebut dengan 2019-nCoV, diketahui telah membunuh 170 orang di China dan menginfeksi lebih dari 7000 orang. Tak hanya itu, virus ini juga telah menyebar ke 16 negara lainnya.

Banyaknya pasien yang terinfeksi membuat rumah sakit di China, terutama Kota Wuhan, penuh sesak.

Namun, pada Rabu (29/1/2020) kemarin, rumah sakit yang khusus dibangun untuk merawat pasien virus corona, Dabie Mountain Regional Medical Centre sudah dibuka. Dan beberapa pasien yang termasuk dalam batch 1 telah dipindahkan ke rumah sakit yang berlokasi di Huanggang sejak Selasa (28/1/2020).

Mereka yang dirawat di rumah sakit diberikan pengobatan untuk mengatasi gejala, sementara sistem kekebalan tubuh mereka mencoba untuk melawan virus.

Salah satu tujuan dari rawat inap adalah untuk mengisolasi pasien dan menghentikan penyebaran virus, jelas Profesor Jonathan Bell, ahli virologi di Universitas Nottingham.

"Dalam kasus parah, virus dapat menyebabkan pneumonia (peradangan paru-paru). Jika kasus ini terjadi, pasien perlu mendapat dukungan pernapasan," tambahnya dilansir BBC.

Pasien akan diberi oksigen, dalam kasus yang lebih buruk, mereka akan menggunakan ventilator.

Pasien corona. (Antara)
Pasien corona. (Antara)

Sedangkan pada kasus yang lebih ringan, pasien yang sulit mempertahankan tekanan darah dapat diberi cairan infus.

Di sisi lain, kepala Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, Zhang Dingyu, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah China CCTV bahwa pasien yang pulih dinyatakan dalam kondisi baik. Beberapa mungkin memiliki beberapa masalah paru-paru yang tersisa, tapi Dingyu optimis bahwa mereka akan pulih dengan baik.

baca juga

Meski belum ada vaksin khusus untuk virus corona, dokter tengah memeriksa dua obat antivirus yang digunakan untuk mengobati HIV (lopinavir dan ritonavir) bisa menjadi pengobatan yang efektif.

Obat-obatan ini terbukti telah membantu melawan virus SARS pada 2003 silam.

Harapannya, SARS dan 2019-nCoV ini cukup serupa sehingga obat tersebut memiliki dampak baik, tambah Profesor Ball. Jika terbukti berhasil, kemungkinan obat ini akan digunakan secara belas kasihan dalam kasus parah karena obat tersebut belum disetujui penggunaannya.

Penggunaan belas kasihan atau compassionate use merupakan istilah yang dipakai ketika obat yang belum disetujui kemudian disediakan, dalam pengawasan ketat, kepada pasien yang sakit parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Dinyatakan Negatif Virus Corona, Pasien di RSHS Diperiksa Dua Kali

Sebelum Dinyatakan Negatif Virus Corona, Pasien di RSHS Diperiksa Dua Kali

Jabar | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:30 WIB

Ahli Sebut Lelaki Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona Wuhan, Apa Sebabnya?

Ahli Sebut Lelaki Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona Wuhan, Apa Sebabnya?

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 13:52 WIB

WHO Memuji Indonesia dalam Kesiapan Hadapi Virus Corona

WHO Memuji Indonesia dalam Kesiapan Hadapi Virus Corona

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang

Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang

Malang | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak

Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!

Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Lenovo Googlebook 15, Laptop AI dengan Layar 15,3 Inci dan Audio Dolby Atmos

Lenovo Googlebook 15, Laptop AI dengan Layar 15,3 Inci dan Audio Dolby Atmos

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:23 WIB

APBD Perubahan Riau 2026 Sudah Bisa Dicairkan, tapi Fokus Tunda Bayar

APBD Perubahan Riau 2026 Sudah Bisa Dicairkan, tapi Fokus Tunda Bayar

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:21 WIB

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini 28 Oktober 2026, 3 Zodiak akan Temukan Kebahagiaan Asmara

Ramalan Zodiak Hari Ini 28 Oktober 2026, 3 Zodiak akan Temukan Kebahagiaan Asmara

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Perbedaan Sifat Aries Maret dan Aries April, Siapa yang Lebih Berani?

Perbedaan Sifat Aries Maret dan Aries April, Siapa yang Lebih Berani?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Viral Ikan Asin Disemprot Baygon, Alumni Perikanan Unhas Tawarkan Solusi Aman

Viral Ikan Asin Disemprot Baygon, Alumni Perikanan Unhas Tawarkan Solusi Aman

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:14 WIB

×