Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak

Vania Rossa

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:10 WIB
Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak
Ilustrasi menyiapkan bekal (Pexels/Antoni Shkraba Studio)
baca 10 detik
  • Survei Dairy Champ mengungkapkan bahwa 70 persen ibu di Indonesia tetap konsisten menyiapkan bekal sekolah meski menghadapi pagi yang sibuk.
  • Pakar pendidikan Damar Wijayanti menyarankan orang tua berkomunikasi dengan anak untuk mencari penyebab bekal tidak habis sebelum memberikan koreksi.
  • Orang tua diimbau melibatkan anak dalam menyiapkan menu dan perlengkapan agar tercipta ikatan emosional serta pengalaman makan yang menyenangkan.

Suara.com - Memasuki tahun ajaran baru, pagi hari kembali menjadi waktu yang paling sibuk bagi banyak keluarga. Orang tua harus membangunkan anak, memastikan perlengkapan sekolah lengkap, hingga menyiapkan bekal sebelum berangkat.

Survei yang dilakukan Dairy Champ terhadap lebih dari 700 ibu di Indonesia menggambarkan situasi tersebut. Sebanyak lebih dari 90 persen ibu mengaku pagi pertama saat anak kembali ke sekolah setelah liburan terasa sangat hectic. Namun, di tengah kesibukan itu, 7 dari 10 ibu tetap konsisten menyiapkan bekal untuk anak.

Di balik konsistensi tersebut, ternyata ada tantangan yang tidak sedikit. Hampir 50 persen ibu mengaku kesulitan menyiapkan bekal, sementara 40 persen lainnya bingung mencari inspirasi menu. Belum lagi ketika bekal yang sudah dibuat dengan penuh usaha justru pulang dalam keadaan masih utuh.

Survei: 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak. (Dok. Dairy Champ)
Survei: 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak. (Dok. Dairy Champ)

Menurut Certified Positive Discipline Parent Educator Damar Wijayanti, kondisi itu seharusnya tidak membuat orang tua buru-buru menyalahkan diri sendiri atau memarahi anak.

"Bekal yang tidak habis bukan tanda ibu gagal. Justru itu menjadi ruang untuk berdiskusi dengan anak," ujar Damar.

Ia menjelaskan, dalam pendekatan Positive Discipline, orang tua perlu menerapkan prinsip connection before correction, yaitu membangun hubungan emosional terlebih dahulu sebelum memberi koreksi.

Alih-alih langsung memarahi anak karena tidak menghabiskan bekalnya, orang tua sebaiknya mencari tahu alasan di balik perilaku tersebut.

Damar menceritakan pengalamannya saat anaknya beberapa kali membawa pulang bekal yang masih banyak. Awalnya ia mengira sang anak tidak menyukai masakan yang dibuatnya.

Namun setelah diajak berbicara, penyebabnya ternyata sederhana.

baca juga

"Waktu istirahatnya pendek. Makanan yang saya bawa membutuhkan waktu lebih lama untuk dimakan," katanya.

Setelah mengetahui penyebabnya, ia mulai menyesuaikan jenis bekal menjadi makanan yang lebih praktis disantap dalam waktu singkat. Hasilnya, bekal sang anak lebih sering habis.

Libatkan Anak Menyiapkan Bekal

Selain membangun komunikasi, Damar juga menyarankan orang tua melibatkan anak saat menyiapkan bekal.

Misalnya, anak bisa diminta membantu menaburkan keju, memilih buah, atau menentukan menu yang ingin dibawa ke sekolah.

Menurutnya, keterlibatan sederhana seperti itu membuat anak merasa dihargai sekaligus memperkuat ikatan dengan orang tua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:16 WIB

Polri Disebut Korup Ke-18 Dunia, Pakar: Agenda Asing Rendahkan Kebijakan Prabowo

Polri Disebut Korup Ke-18 Dunia, Pakar: Agenda Asing Rendahkan Kebijakan Prabowo

News | Senin, 06 Juli 2026 | 15:35 WIB

Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data

Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×