Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:05 WIB
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian akan mengaudit APBD daerah yang mengeluhkan kesulitan membayar gaji PPPK.
  • Pemerintah daerah diwajibkan membuktikan efisiensi belanja non-prioritas dan kreatif meningkatkan PAD sebelum mendapatkan bantuan pemerintah pusat.
  • Pemerintah pusat siap memberikan bantuan jika daerah sudah melakukan langkah efisiensi namun masih mengalami keterbatasan anggaran yang nyata.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons tegas keluhan sejumlah pemerintah daerah yang mengaku kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebelum memberikan bantuan, Kemendagri akan lebih dulu mengaudit kemampuan keuangan daerah dengan membedah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Tito menegaskan pemerintah pusat tidak akan begitu saja menerima alasan bahwa suatu daerah tidak memiliki anggaran. Menurutnya, setiap daerah harus membuktikan lebih dulu telah melakukan efisiensi belanja dan berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita mau melihat daerah-daerah yang menyampaikan bahwa tidak mampu membayar gaji. Nanti dulu, kita akan bedah dulu APBD-nya. Sudah melakukan efisiensi belum?" kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menilai masih ada daerah yang mengaku kesulitan membayar belanja pegawai, padahal belum memangkas pengeluaran yang tidak prioritas.

Sebagai contoh, Tito menyebut Kabupaten Lahat yang berhasil mengatasi persoalan anggaran melalui efisiensi belanja perjalanan dinas, rapat, serta biaya pemeliharaan yang dinilai berlebihan.

Langkah itu, kata dia, mampu menghemat hingga Rp400 miliar sehingga anggaran tersebut bisa dialihkan untuk membayar belanja pegawai.

Aturan seragam PPPK Paruh Waktu (menpan.go.id)
Ilustrasi- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (menpan.go.id)

Selain efisiensi, Tito juga meminta kepala daerah lebih kreatif menggali PAD tanpa membebani masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru yang meningkatkan PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun hanya dengan menyederhanakan sistem pembayaran pajak dan retribusi serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

Tambahan pendapatan sekitar Rp400 miliar itu, menurut Tito, memberi ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk membayar gaji pegawai sekaligus membiayai berbagai program pembangunan.

baca juga

Meski demikian, Tito memastikan pemerintah pusat tetap membuka peluang memberikan bantuan kepada daerah yang benar-benar mengalami kesulitan keuangan. Namun, bantuan itu hanya akan diberikan setelah daerah terbukti telah melakukan efisiensi dan memaksimalkan upaya peningkatan PAD.

"Kalau seandainya sudah dilakukan dua-duanya, mungkin perlu ada top up dari pemerintah pusat, misalnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang mungkin belum dibayarkan oleh Kementerian Keuangan. Kita usulkan kepada Kementerian Keuangan supaya dibayarkan ke daerah itu agar mereka bisa membayar pegawainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:16 WIB

Bukan Hanya Soal Ijazah Ditahan, Penasihat Presiden Bongkar Masalah Gaji di 5asec Saat Sidak

Bukan Hanya Soal Ijazah Ditahan, Penasihat Presiden Bongkar Masalah Gaji di 5asec Saat Sidak

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:10 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:14 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:50 WIB

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:40 WIB

×