WNI di China Bakal Dijemput Pemerintah, Kemenkes Jelaskan Teknis Karantina

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 31 Januari 2020 | 06:55 WIB
WNI di China Bakal Dijemput Pemerintah, Kemenkes Jelaskan Teknis Karantina
Suasana sejumlah mahasiswa yang terisolasi dan harus tetap tinggal di dalam asrama Universitas Wuhan, China. (Foto: Aditya Fahmi/mahasiswa Indonesia di Universitas Wuhan)

Suara.com - WNI di China Bakal Dijemput Pemerintah, Kemenkes Jelaskan Teknis Karantina

Presiden Joko Widodo baru saja memutuskan untuk mengevakuasi WNI yang dikarantina karena wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Keputusan ini diambil usai berdiskusi bersama jajaran menteri terkait antara lain, Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Mensesneg, Menkum HAM, Menparekraf, dan kepala BNPB di Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/1/2020) sore tadi.

Di saat bersamaan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono, M. Kes mengaku sudah memberikan edaran pengetahuan tentang pedoman penanganan Novel Coronavirus (nCoV) .

"Nah saya sudah mengedarkan tentang pedoman penanganan novel coronavirus, PUO (people under observation) itu orang di bawah pemantauan, suspect pasien di bawah pengawasan," ujar Anung di Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Jadi kata dia, saat WNI yang baru tiba dari wilayah epidemi virus corona dalam hal ini Wuhan, China, maka tatalaksananya diberikan health alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan, yaitu kartu yang diberikan kepada tersangka penderita penyakit karantina atau mempunyai riwayat kontak dengan penderita.

Sehingga apabila ia menunjukkan gejala atau tanda penyakit, akan mudah melakukan karantina.

"Maka pada saat mendarat kita lakukan sama dengan memberikan health alert card. Pasien dengan pengawasan masuk ke dalam karantina atau isolasi," papar Anung.

Maksud karantina dan isolasi di sini, para WNI yang tiba apabila harus dilakukan karantina, ia tetap boleh melakukan kegiatan, tapi tidak boleh berinteraksi sosial dengan yang lainnya, yang artinya tetap dirawat di tempat khusus seperti misalnya asrama haji.

baca juga

Sedangkan bagi WNI yang harus diisolasi, ia benar-benar harus berada dalam ruangan khusus dan dilakukan pemantauan selama 24 jam, setiap hari sampai mendapat status konfimasi apakah ia positif atau negatif corona.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Anung Sugihantono memberi keterangan pada wartawan soal kasus antraks Gunungkidul di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Jumat (17/1/2020). - (Suara.com/Julianto)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (P2P Kemenkes) Anung Sugihantono memberi keterangan pada wartawan soal kasus antraks Gunungkidul di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Jumat (17/1/2020). - (Suara.com/Julianto)

"Kalau karantina masih bisa hidup di luar tapi enggak boleh interaksinya kalau isolasi harus berada dan dirawat di ruangan khusus serta pemantauan 24 jam," jelasnya.

Sedangkan untuk teknis karantina kata Anung, bisa dilakukan dengan metode pengelompokkan dan pemisahan mereka yang bergejala dan tidak bergejala, lalu dipantau dan diawasi.

"Kalau seandainya akan pulang, tergantung proses evakuasinya. Kalau satu pesawat penuh dengan orang kita dan sudah dipisahkan orang dengan pemantauan atau pengawasan maka mudah dikelompokkan," imbuhnya.

"Misalnya sehat, dititipkan saja di asrama haji dengan catatan tidak boleh ada yang masuk selama satu kali masa inkubasi 1 samai 14 hari, atau 2 sampai 10 hari," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Dievakuasi, WNI di Wuhan Akan Jalani Pemeriksaan Berlapis

Sebelum Dievakuasi, WNI di Wuhan Akan Jalani Pemeriksaan Berlapis

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 19:56 WIB

Tertahan di Yunnan, Dosen UAD Ungkap Kondisi Wabah Virus Corona di China

Tertahan di Yunnan, Dosen UAD Ungkap Kondisi Wabah Virus Corona di China

Jogja | Kamis, 30 Januari 2020 | 17:27 WIB

Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?

Bagaimana Dokter Merawat Pasien Virus Corona Wuhan di Rumah Sakit?

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung

Maut di Gudang Kayu Ngawi: Nestapa Suami Sembunyikan Istri dari Amukan Anak Kandung

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Prabowo Minta TNI Beri Sesuatu yang Spesial untuk Masyarakat di Bulan Kemerdekaan

Prabowo Minta TNI Beri Sesuatu yang Spesial untuk Masyarakat di Bulan Kemerdekaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?

Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member

Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:05 WIB

FIFA ASEAN Cup 2026: Hadiah Rp15 M Menanti, Timnas Indonesia Siap Turunkan Skuat Terbaik

FIFA ASEAN Cup 2026: Hadiah Rp15 M Menanti, Timnas Indonesia Siap Turunkan Skuat Terbaik

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:04 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Pengering Higienis Panasonic CARE+ Edition Bantu Kurangi Bakteri & Jaga Pakaian Tetap Bersih

Pengering Higienis Panasonic CARE+ Edition Bantu Kurangi Bakteri & Jaga Pakaian Tetap Bersih

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa

Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994

Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:59 WIB

×